Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label israel

Saham RANS Entertainment IPO 2025: Harga, Cara Beli, dan Analisis Lengkap

RANS Entertainment akhirnya resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan hiburan milik pasangan selebriti  Raffi Ahmad dan Nagita Slavina  ini resmi menjadi perusahaan publik — dan langsung jadi perbincangan panas di kalangan investor ritel Indonesia. Tapi sebelum kamu buru-buru buka aplikasi saham dan klik "Beli", ada banyak hal yang perlu kamu pahami dulu. Karena investasi bukan soal siapa yang punya perusahaannya. Ini soal angka, prospek, dan risiko. Yuk kita bedah tuntas.   Apa Itu RANS Entertainment dan Bisnis Apa yang Mereka Jalankan? Kalau kamu aktif di YouTube atau Instagram, nama RANS pasti sudah nggak asing. Tapi sebagai calon investor, kamu perlu lihat RANS bukan sebagai konten kreator — melainkan sebagai  entitas bisnis . RANS Entertainment  berdiri sejak 2015, didirikan oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Awalnya memang fokus di konten digital dan entertainment. Tapi seiring waktu, bisnis mereka berkembang jauh lebih luas ...

Serangan Israel ke Yaman dan Skandal Tanker Minyak: Ketika Dana PBB Mengalir ke Houthi

serangan Israel ke Houthi Dalam peta konflik Timur Tengah, tiap titik api tak pernah berdiri sendiri. Seperti bidak catur yang digerakkan dalam senyap, langkah-langkah yang terlihat di permukaan seringkali menyembunyikan permainan yang jauh lebih dalam. Dan baru-baru ini, langkah tragis Israel di Yaman membuka tabir peta konflik yang lebih luas dan lebih kusut dari yang selama ini diketahui publik. Sebuah Serangan yang Mengundang Rasa Penasaran Tanggal 8 Juli 2025, militer Israel resmi melancarkan serangan udara ke beberapa target Houthi di wilayah Yaman. Langkah ini diklaim sebagai respons terhadap serangan drone dan rudal yang menghantam pelabuhan Eilat serta jalur pelayaran Laut Merah yang krusial bagi Tel Aviv. Namun yang membuat perhatian internasional benar-benar tercuri adalah bukan sekadar ledakan atau korban—melainkan apa yang ditemukan setelahnya. Media seperti  The Guardian  dan  Fox News  melaporkan adanya investigasi mendalam dari pihak intelijen i...

Kontroversi di Glastonbury: Polisi Inggris Menyelidiki Komentar Anti-Israel Seorang Rapper

Glastonbury Festival, ajang musik paling prestisius di Inggris, seharusnya menjadi panggung selebrasi budaya dan ekspresi artistik. Tapi akhir pekan lalu, festival ini berubah menjadi titik panas perdebatan global tentang batas kebebasan berekspresi, solidaritas politik, dan pengawasan pemerintah. Penyebabnya: komentar pedas terkait Israel yang dilontarkan secara langsung oleh seorang rapper di tengah pertunjukannya—dan kini polisi Inggris pun turun tangan. Dalam iklim internasional yang sedang membara, momen ini menjadi lebih dari sekadar kontroversi selebriti. Ini adalah refleksi bagaimana dunia hiburan, politik, dan kebebasan berbicara saling berbenturan dalam lanskap modern yang serba sensitif. Rapper Inggris di Bawah Sorotan: Siapa, Apa, dan Mengapa? Pada Sabtu malam, di panggung utama Glastonbury yang disaksikan ribuan penonton dan jutaan netizen lewat siaran langsung, rapper Inggris yang dikenal karena lirik-lirik sosial dan politiknya— Lowkey —melontarkan komentar t...

Peringatan Keras Trump kepada Hamas: Strategi Diplomatik dan Konsekuensi yang Mungkin Terjadi

Peringatan tersebut datang saat krisis sandera memasuki fase baru setelah gencatan senjata selama enam minggu berakhir di akhir Februari 2025. Eskalasi Peringatan Trump kepada Hamas Presiden Donald Trump telah meningkatkan tekanan terhadap Hamas dengan ultimatum yang semakin keras mengenai pembebasan sandera yang masih ditahan di Gaza. Peringatan terbaru Trump, yang disampaikan pada 5 Maret 2025, merupakan puncak dari strategi diplomatik yang menggabungkan ancaman langsung dengan negosiasi di belakang layar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Krisis sandera ini bermula setelah serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023 terhadap Israel, yang mengakibatkan banyak warga Israel ditawan. Peringatan publik Trump kepada Hamas telah meningkat baik dalam frekuensi maupun tingkat keparahannya sejak ia kembali menjabat. Pada tanggal 10 Februari 2025, Trump mengeluarkan ancaman paling spesifik pada saat itu, memperingatkan Hamas bahwa "neraka akan terjadi" jika semua sandera Israel y...