Dalam eskalasi terbaru konflik Rusia-Ukraina, Moskow kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik tercanggihnya, Oreshnik, menghantam wilayah barat Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 8-9 Januari 2026. Serangan ini menandai penggunaan kedua senjata kontroversial tersebut sejak pertama kali dipakai pada November 2024 lalu. Serangan masif yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal berbagai jenis ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 25 lainnya di ibu kota Kyiv. Namun yang paling mengejutkan adalah penggunaan Oreshnik yang menargetkan infrastruktur kritis di wilayah Lviv, kota yang berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Polandia, anggota NATO. Serangan Balasan atau Pesan Politik? Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod pada Desember 2025. Namun klaim ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat dan Ukraina. Pejabat CIA bahkan menya...
ekonomi jepang Di tengah riuhnya pasar global, ekonomi Jepang kembali tergelincir. Kuartal pertama 2025 mencatat kontraksi sebesar 0,7% secara tahunan—penurunan pertama dalam setahun dan lebih buruk dari perkiraan pasar yang hanya 0,2% . Penyebab utamanya: konsumsi domestik yang stagnan dan ekspor yang melemah, bahkan sebelum dampak penuh dari tarif baru Amerika Serikat terasa. Reuters Tarif AS: Bayangan Gelap di Atas Industri Otomotif Jepang Presiden AS Donald Trump kembali mengguncang panggung perdagangan global dengan memberlakukan tarif 10% untuk sebagian besar negara dan ancaman tarif hingga 25% untuk mobil dan suku cadang dari Jepang, efektif mulai Juli 2025 . Langkah ini menempatkan industri otomotif Jepang—yang menyumbang sekitar 20% dari ekspor negara tersebut ke AS—dalam posisi genting . Reuters Wikipedia Perusahaan seperti Honda dan Nissan telah memperingatkan dampak finansial yang signifikan. Honda memperkirakan penurunan laba bersih hingga 70%, sementara Nissan men...