Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label mengapa warga rusia kabur

Rudal Hipersonik Oreshnik Hantam Ukraina Lagi: Senjata Mach 10 yang Nyaris Mustahil Dicegat

Dalam eskalasi terbaru konflik Rusia-Ukraina, Moskow kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik tercanggihnya, Oreshnik, menghantam wilayah barat Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 8-9 Januari 2026. Serangan ini menandai penggunaan kedua senjata kontroversial tersebut sejak pertama kali dipakai pada November 2024 lalu. Serangan masif yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal berbagai jenis ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 25 lainnya di ibu kota Kyiv. Namun yang paling mengejutkan adalah penggunaan Oreshnik yang menargetkan infrastruktur kritis di wilayah Lviv, kota yang berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Polandia, anggota NATO. Serangan Balasan atau Pesan Politik? Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod pada Desember 2025. Namun klaim ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat dan Ukraina. Pejabat CIA bahkan menya...

Mengapa Warga Rusia Ramai-Ramai Kabur dari Negaranya di 2025

Bayangkan sebuah negeri yang dulu begitu percaya diri memandang masa depan, kini dipenuhi antrean panjang di bandara, tiket satu arah ke negara tetangga, dan akun-akun Telegram yang membocorkan jalur keluar aman bagi pria usia 18–30 tahun. Inilah potret Rusia di tahun 2025—sebuah babak yang memaksa warganya bertanya: “Apakah masih ada masa depan untukku di sini?” Fenomena eksodus warga Rusia bukan sekadar cerita individu yang nekat pindah demi petualangan baru. Ini adalah gelombang migrasi besar, didorong oleh ketakutan akan wajib militer besar-besaran , penindasan politik yang semakin keras , dan ekonomi yang kian tercekik .   1. Wajib Militer yang Menghantui Setiap Pria Muda Jika Anda seorang pria Rusia berusia antara 18 dan 30 tahun pada 2025, peluang mendapat surat panggilan wajib militer kini lebih besar dari sebelumnya. Presiden Vladimir Putin memanggil 160.000 pria dalam gelombang musim semi tahun ini—terbesar sejak 2011 ( Al Jazeera ). Dan itu belum cukup. Parlem...