Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pakta Pertahanan Bersama

Tragedi Kebakaran Wang Fuk Court: 128 Tewas dalam Kebakaran Terparah Hong Kong Sejak 1948

Kebakaran yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po menjadi bencana hunian paling mematikan di Hong Kong dalam hampir 80 tahun terakhir. Investigasi mengungkap dugaan kelalaian fatal dan korupsi dalam proyek renovasi bernilai miliaran rupiah. HONG KONG - Asap hitam mengepul tinggi ke langit Hong Kong pada sore hari Rabu, 26 November 2025. Api berkobar dengan kecepatan mengerikan, menelan tujuh dari delapan menara hunian di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, New Territories. Dalam hitungan jam, apa yang dimulai sebagai kebakaran kecil di perancah bambu berubah menjadi malapetaka yang menewaskan setidaknya 128 orang dan melukai puluhan lainnya. Ini bukan sekadar tragedi. Ini adalah kisah tentang kelalaian sistemik, dugaan korupsi, dan harga yang dibayar oleh warga biasa—banyak di antaranya lansia dan pekerja migran—yang percaya bahwa rumah mereka aman. Kronologi Kematian: Dari Api Kecil Menjadi Inferno Pukul 14.51 waktu setempat, Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong me...

NATO Berkomitmen Tingkatkan Anggaran Pertahanan: Respons Terhadap Tuntutan Trump dan Penguatan Pakta Pertahanan Bersama

NATO Aliansi militer terkuat di dunia kembali membuat gebrakan.  NATO  baru saja mengumumkan komitmen peningkatan anggaran pertahanan yang signifikan, merespons desakan mantan Presiden AS Donald Trump yang kini kembali menjabat. Keputusan ini bukan sekadar angka di atas kertas—ini tentang masa depan keamanan global dan bagaimana 32 negara anggota bersatu menghadapi ancaman yang semakin kompleks. Transformasi Besar dalam Kebijakan Pertahanan NATO Perubahan dramatis terjadi di markas besar NATO di Brussels. Setelah bertahun-tahun perdebatan sengit tentang pembagian beban finansial, aliansi ini akhirnya mencapai konsensus. Target pengeluaran pertahanan yang sebelumnya dianggap ambisius kini menjadi standar minimum yang harus dipenuhi setiap anggota. Trump, yang selama masa jabatan pertamanya kerap mengkritik sekutu-sekutu Eropa karena dianggap "menumpang gratis" dalam payung keamanan Amerika, kini melihat tuntutannya mulai terwujud. Pendekatan transaksionalnya terhadap aliansi—y...