Dalam eskalasi terbaru konflik Rusia-Ukraina, Moskow kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik tercanggihnya, Oreshnik, menghantam wilayah barat Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 8-9 Januari 2026. Serangan ini menandai penggunaan kedua senjata kontroversial tersebut sejak pertama kali dipakai pada November 2024 lalu. Serangan masif yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal berbagai jenis ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 25 lainnya di ibu kota Kyiv. Namun yang paling mengejutkan adalah penggunaan Oreshnik yang menargetkan infrastruktur kritis di wilayah Lviv, kota yang berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Polandia, anggota NATO. Serangan Balasan atau Pesan Politik? Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod pada Desember 2025. Namun klaim ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat dan Ukraina. Pejabat CIA bahkan menya...
Pemerintah AS Raup Biaya Miliaran Dolar dari Kesepakatan TikTok, Oracle dan Konsorsium Investor Amerika Ambil Alih 80% Operasional
Drama panjang masa depan TikTok di Amerika Serikat akhirnya menemui titik terang. Pemerintah AS bersiap menerima biaya bernilai miliaran dolar AS sebagai bagian dari kesepakatan kompleks yang melibatkan penjualan TikTok kepada investor Amerika, menandai pengaturan finansial yang belum pernah terjadi sebelumnya antara pemerintah dan sektor swasta dalam akuisisi teknologi berprofil tinggi. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan pada Senin (16/9/2025) bahwa "kesepakatan kerangka kerja" telah ditetapkan antara Amerika Serikat dan China mengenai masa depan TikTok. Kesepakatan tersebut akan mentransfer operasi TikTok AS kepada konsorsium investor Amerika yang dipimpin oleh raksasa teknologi Oracle, firma ekuitas swasta Silver Lake, dan firma modal ventura Andreessen Horowitz. Struktur Kepemilikan Baru yang Menguntungkan AS Konsorsium investor Amerika ini akan mengendalikan sekitar 80 persen operasi TikTok di AS, sementara pemegang saham China, termasuk ByteDance sebagai p...