Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label minuman diet penyakit hati

Rudal Hipersonik Oreshnik Hantam Ukraina Lagi: Senjata Mach 10 yang Nyaris Mustahil Dicegat

Dalam eskalasi terbaru konflik Rusia-Ukraina, Moskow kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik tercanggihnya, Oreshnik, menghantam wilayah barat Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 8-9 Januari 2026. Serangan ini menandai penggunaan kedua senjata kontroversial tersebut sejak pertama kali dipakai pada November 2024 lalu. Serangan masif yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal berbagai jenis ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 25 lainnya di ibu kota Kyiv. Namun yang paling mengejutkan adalah penggunaan Oreshnik yang menargetkan infrastruktur kritis di wilayah Lviv, kota yang berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Polandia, anggota NATO. Serangan Balasan atau Pesan Politik? Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod pada Desember 2025. Namun klaim ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat dan Ukraina. Pejabat CIA bahkan menya...

Riset Terbaru: Satu Kaleng Minuman Diet Per Hari Tingkatkan Risiko Penyakit Hati hingga 60 Persen

Penelitian besar-besaran membuktikan minuman berpemanis buatan justru lebih berbahaya bagi organ hati dibanding minuman bergula biasa Selama ini, banyak masyarakat beralih ke minuman diet atau minuman dengan label "tanpa gula" dengan anggapan lebih sehat untuk tubuh. Namun, penelitian terkini justru mengungkap fakta mengejutkan: minuman dengan pemanis buatan ternyata berpotensi lebih berbahaya bagi kesehatan hati dibandingkan minuman bergula biasa. Studi komprehensif yang dipresentasikan pada United European Gastroenterology (UEG) Week 2025 di Berlin mengungkap temuan yang cukup mengkhawatirkan. Penelitian yang melibatkan 123.788 orang dewasa selama lebih dari 10 tahun ini menemukan bahwa konsumsi minuman berpemanis buatan atau rendah gula meningkatkan risiko penyakit hati berlemak hingga 60 persen. Yang lebih mengejutkan, angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan risiko dari konsumsi minuman bergula biasa yang "hanya" 50 persen. Cukup satu kaleng saja per hari ...