Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label inflasi

Saham RANS Entertainment IPO 2025: Harga, Cara Beli, dan Analisis Lengkap

RANS Entertainment akhirnya resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan hiburan milik pasangan selebriti  Raffi Ahmad dan Nagita Slavina  ini resmi menjadi perusahaan publik — dan langsung jadi perbincangan panas di kalangan investor ritel Indonesia. Tapi sebelum kamu buru-buru buka aplikasi saham dan klik "Beli", ada banyak hal yang perlu kamu pahami dulu. Karena investasi bukan soal siapa yang punya perusahaannya. Ini soal angka, prospek, dan risiko. Yuk kita bedah tuntas.   Apa Itu RANS Entertainment dan Bisnis Apa yang Mereka Jalankan? Kalau kamu aktif di YouTube atau Instagram, nama RANS pasti sudah nggak asing. Tapi sebagai calon investor, kamu perlu lihat RANS bukan sebagai konten kreator — melainkan sebagai  entitas bisnis . RANS Entertainment  berdiri sejak 2015, didirikan oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Awalnya memang fokus di konten digital dan entertainment. Tapi seiring waktu, bisnis mereka berkembang jauh lebih luas ...

Harga Emas Uji Level US$3.300 di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

harga emas naik Ketika volatilitas pasar keuangan membuat banyak aset serasa roller-coaster, emas kembali bersinar terang. Bahkan, logam kuning itu nyaris menyentuh US$3.300 per troy ounce—level psikologis yang sebelumnya dianggap sekadar bisikan para peramal pasar. Bagaimana bisa?   Kenapa Angka US$3.300 Begitu Sakral? Tidak sedikit investor global menaruh angka 3-3-0-0 di papan vision board mereka. Alasannya sederhana: pada titik tersebut,  emas akan mengungguli rekor inflasi era 1980-an  bila disesuaikan dengan daya beli dolar saat ini. Dengan kata lain, tembok itu menjadi patokan apakah emas hanya reli teknikal, atau malah sedang mengirim sinyal bahaya bagi sistem keuangan modern. Sekilas Data Pada 2020, rekor historis emas terletak di sekitar US$2.070. Pada 2023, lembaga riset  Bank of America  sempat meramalkan  harga emas US$3.000  jika inflasi tidak diredam The Fed. Lonjakan terbaru dipicu lonj...