Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label One Big Beautiful Bill Trump

Rudal Hipersonik Oreshnik Hantam Ukraina Lagi: Senjata Mach 10 yang Nyaris Mustahil Dicegat

Dalam eskalasi terbaru konflik Rusia-Ukraina, Moskow kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik tercanggihnya, Oreshnik, menghantam wilayah barat Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 8-9 Januari 2026. Serangan ini menandai penggunaan kedua senjata kontroversial tersebut sejak pertama kali dipakai pada November 2024 lalu. Serangan masif yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal berbagai jenis ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 25 lainnya di ibu kota Kyiv. Namun yang paling mengejutkan adalah penggunaan Oreshnik yang menargetkan infrastruktur kritis di wilayah Lviv, kota yang berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Polandia, anggota NATO. Serangan Balasan atau Pesan Politik? Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod pada Desember 2025. Namun klaim ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat dan Ukraina. Pejabat CIA bahkan menya...

One Big Beautiful Bill Trump: RUU Kontroversial yang Mengubah Wajah Amerika

RUU Trump Amerika Serikat kembali dihebohkan dengan salah satu kebijakan paling ambisius dan kontroversial dari pemerintahan Donald Trump yang baru saja kembali berkuasa. One Big Beautiful Bill Act atau yang lebih dikenal sebagai H.R.1, telah menjadi topik panas yang membelah opini publik Amerika dan dunia internasional. RUU ini bukan sekadar perpanjangan kebijakan pajak biasa. Ini adalah paket legislatif raksasa yang menggabungkan reformasi pajak, keamanan perbatasan, dan berbagai agenda politik Trump dalam satu undang-undang yang sangat besar. Dengan nilai triliunan dollar, RUU ini akan mengubah lanskap ekonomi dan sosial Amerika untuk dekade mendatang. Sejarah dan Latar Belakang Trump pertama kali memperkenalkan konsep "One Big Beautiful Bill" sebagai strategi untuk menggabungkan berbagai agenda politiknya dalam satu paket legislatif. Setelah kembali menjabat sebagai presiden pada Januari 2025, Trump dengan cepat menggerakkan mesin politik Partai Republik untuk mereali...