Kebakaran yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po menjadi bencana hunian paling mematikan di Hong Kong dalam hampir 80 tahun terakhir. Investigasi mengungkap dugaan kelalaian fatal dan korupsi dalam proyek renovasi bernilai miliaran rupiah. HONG KONG - Asap hitam mengepul tinggi ke langit Hong Kong pada sore hari Rabu, 26 November 2025. Api berkobar dengan kecepatan mengerikan, menelan tujuh dari delapan menara hunian di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, New Territories. Dalam hitungan jam, apa yang dimulai sebagai kebakaran kecil di perancah bambu berubah menjadi malapetaka yang menewaskan setidaknya 128 orang dan melukai puluhan lainnya. Ini bukan sekadar tragedi. Ini adalah kisah tentang kelalaian sistemik, dugaan korupsi, dan harga yang dibayar oleh warga biasa—banyak di antaranya lansia dan pekerja migran—yang percaya bahwa rumah mereka aman. Kronologi Kematian: Dari Api Kecil Menjadi Inferno Pukul 14.51 waktu setempat, Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong me...
banjir di Texas, Amerika Hujan yang Enggan Reda Rabu dini hari, langit Texas seolah ditumpahkan— sistem badai stasioner membiarkan hujan mengguyur dari Hill Country hingga Gulf Coast tanpa jeda. Sungai San Jacinto meluap, kanal-kanal Houston tak sanggup menampung debit air, dan jaringan listrik rubuh bak kartu domino. Dalam tempo 72 jam, korban jiwa terus bertambah. Angka resmi terakhir: 59 orang meninggal —sebaris nama yang mengingatkan kita bahwa statistik selalu punya wajah. Laman CNN mencatat curah hujan maksimal 406 mm di wilayah Liberty County, setara dua bulan presipitasi normal yang ditumpuk sekaligus. Badan National Weather Service (NWS) memutakhirkan peta peringatan banjir setiap dua jam, namun air lebih cepat daripada notifikasi ponsel. Kenapa Texas Rawan Banjir? 1. Geografi Lowland Gulf Coast Sebagian besar pesisir timur Texas hanyalah bathtub raksasa: permukaan tanah nyaris sejajar laut, sedangkan sungai-sun...