Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Donald Trump

Rudal Hipersonik Oreshnik Hantam Ukraina Lagi: Senjata Mach 10 yang Nyaris Mustahil Dicegat

Dalam eskalasi terbaru konflik Rusia-Ukraina, Moskow kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik tercanggihnya, Oreshnik, menghantam wilayah barat Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 8-9 Januari 2026. Serangan ini menandai penggunaan kedua senjata kontroversial tersebut sejak pertama kali dipakai pada November 2024 lalu. Serangan masif yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal berbagai jenis ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 25 lainnya di ibu kota Kyiv. Namun yang paling mengejutkan adalah penggunaan Oreshnik yang menargetkan infrastruktur kritis di wilayah Lviv, kota yang berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Polandia, anggota NATO. Serangan Balasan atau Pesan Politik? Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod pada Desember 2025. Namun klaim ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat dan Ukraina. Pejabat CIA bahkan menya...

Pentagon Terima Hadiah Boeing 747 Qatar untuk Air Force One Trump: Drama Diplomasi atau Strategi Brilian?

Bayangin aja kalau ada yang kasih kamu mobil mewah gratis – tapi mobilnya dari negara lain dan harus kamu modif total buat keamanan presiden. Nah, itulah yang baru aja terjadi di Pentagon. Mereka resmi terima Boeing 747-8 senilai $400 juta dari Qatar yang bakal jadi Air Force One baru buat Trump. Plot twist yang nggak ada yang nyangka ini bikin heboh dari Washington sampai Doha. Ada yang bilang ini strategi cerdas, ada yang khawatir soal etika dan keamanan. Mari kita bedah drama politik-bisnis ini dari berbagai sudut pandang. Keputusan Kontroversial Pentagon yang Bikin Gempar Pentagon terima hadiah Boeing 747 Qatar dengan pengumuman resmi tanggal 21 Mei 2025 kemarin. Juru bicara Pentagon Sean Parnell bilang Menteri Pertahanan Pete Hegseth nerima pesawat ini "sesuai dengan semua aturan dan regulasi federal." Tapi ini bukan cuma soal terima pesawat biasa, guys. Ini pesawat yang bakal ngangkut presiden Amerika – dengan segala persyaratan keamanan yang super ketat. Pentagon...

Denmark Ambil Alih Kursi Dewan Arktik Saat Trump Mengincar Greenland: Diplomasi di Bawah Langit Beku

Di tengah gletser yang menjulang dan medan yang keras, politik global kini mengarah ke utara—tepatnya ke kawasan Arktik, di mana persaingan kekuatan antarnegara bertemu dengan ambisi geopolitik. Denmark baru saja mengambil alih kepemimpinan Dewan Arktik , organisasi yang mengatur kerja sama di kawasan kutub utara, saat Donald Trump—mantan presiden Amerika Serikat—kembali menunjukkan ketertarikannya terhadap Greenland. Situasi ini menciptakan dinamika rumit di wilayah yang dulu dianggap terlalu dingin untuk menjadi pusat perhatian. Denmark dan Dewan Arktik: Misi yang Lebih Dalam dari Sekadar Es Sebagai negara yang wilayahnya mencakup Greenland, Denmark memiliki posisi unik dalam geopolitik Arktik. Kepemimpinan Dewan Arktik yang dipegang hingga 2025 menempatkan Kopenhagen sebagai poros diplomasi di kawasan yang kaya sumber daya energi dan jalur perdagangan strategis. Agenda utama Denmark akan fokus pada tiga pilar: perlindungan lingkungan, pengembangan ekonomi berkelanjutan, dan penguata...

Gebrakan Trump: Umumkan Tarif Impor Mobil 25%! Industri Otomotif Global Terancam?

Halo Sobat Otomotif dan Pengamat Ekonomi! Baru-baru ini, dunia dikejutkan (lagi!) oleh pengumuman dari mantan Presiden AS, Donald Trump. Seperti yang terlihat dalam cuplikan berita dari Bloomberg's "The China Show", Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan  tarif impor sebesar 25% untuk mobil dan suku cadang mobil  yang masuk ke Amerika Serikat. Kebijakan ini, menurut laporan tersebut, akan mulai berlaku efektif pada hari Rabu mendatang (perlu dicatat tanggal spesifiknya tergantung kapan berita ini awalnya tayang, namun poin utamanya adalah pemberlakuan dalam waktu dekat). Apa Kata Trump? Trump dengan tegas menyatakan, "Apa yang akan kami lakukan adalah tarif 25 persen untuk semua mobil yang tidak dibuat di Amerika Serikat. Jika dibuat di Amerika Serikat, sama sekali tidak ada tarif." Ia menambahkan bahwa ini adalah peningkatan signifikan dari tarif dasar sebelumnya yang hanya sekitar 2,5%. Langkah ini jelas merupakan bagian dari agenda proteks...