Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label siswa sekolah menengah prancis

Rudal Hipersonik Oreshnik Hantam Ukraina Lagi: Senjata Mach 10 yang Nyaris Mustahil Dicegat

Dalam eskalasi terbaru konflik Rusia-Ukraina, Moskow kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik tercanggihnya, Oreshnik, menghantam wilayah barat Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 8-9 Januari 2026. Serangan ini menandai penggunaan kedua senjata kontroversial tersebut sejak pertama kali dipakai pada November 2024 lalu. Serangan masif yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal berbagai jenis ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 25 lainnya di ibu kota Kyiv. Namun yang paling mengejutkan adalah penggunaan Oreshnik yang menargetkan infrastruktur kritis di wilayah Lviv, kota yang berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Polandia, anggota NATO. Serangan Balasan atau Pesan Politik? Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod pada Desember 2025. Namun klaim ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat dan Ukraina. Pejabat CIA bahkan menya...

Siswa Sekolah Menengah Prancis ditahan karena Menusuk Seorang Guru

Seorang siswa sekolah menengah telah ditangkap karena diduga menikam seorang guru wanita sampai mati di depan siswa lainnya pada hari Rabu di sebuah ruang kelas di Prancis barat daya, kata pejabat setempat dan laporan media. Investigasi telah dibuka untuk dugaan pembunuhan berencana atas insiden di sebuah sekolah Katolik swasta di Saint-Jean-de-Luz, kata jaksa Bayonne Jerome Bourrier. Penyidik mewawancarai tersangka pada Rabu sore, tambahnya. Siswa tersebut sebelumnya tidak dikenal oleh polisi dan dinas kehakiman, kata Bourrier. Dia menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung. Menteri Pendidikan Pap Ndiaye, yang melakukan perjalanan ke Saint-Jean-de-Luz, mengatakan satu menit mengheningkan cipta akan diadakan di semua sekolah Prancis pada Kamis pukul 3 sore. Dia mengatakan sekitar 90 siswa, termasuk mereka yang menyaksikan penyerangan, serta beberapa guru, dirawat oleh unit psikologi. Seorang pejabat tinggi pemerintah, yang berbica...