Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Blackout challenge Indonesia

Saham RANS Entertainment IPO 2025: Harga, Cara Beli, dan Analisis Lengkap

RANS Entertainment akhirnya resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan hiburan milik pasangan selebriti  Raffi Ahmad dan Nagita Slavina  ini resmi menjadi perusahaan publik — dan langsung jadi perbincangan panas di kalangan investor ritel Indonesia. Tapi sebelum kamu buru-buru buka aplikasi saham dan klik "Beli", ada banyak hal yang perlu kamu pahami dulu. Karena investasi bukan soal siapa yang punya perusahaannya. Ini soal angka, prospek, dan risiko. Yuk kita bedah tuntas.   Apa Itu RANS Entertainment dan Bisnis Apa yang Mereka Jalankan? Kalau kamu aktif di YouTube atau Instagram, nama RANS pasti sudah nggak asing. Tapi sebagai calon investor, kamu perlu lihat RANS bukan sebagai konten kreator — melainkan sebagai  entitas bisnis . RANS Entertainment  berdiri sejak 2015, didirikan oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Awalnya memang fokus di konten digital dan entertainment. Tapi seiring waktu, bisnis mereka berkembang jauh lebih luas ...

Waspada! Tren Berbahaya Media Sosial Mengancam Nyawa Remaja Indonesia: Chroming Challenge Kembali Viral

Dunia maya kembali dihebohkan dengan munculnya tren berbahaya yang mengancam keselamatan jiwa anak dan remaja Indonesia. Chroming Challenge, tantangan viral yang melibatkan aksi menghirup uap beracun dari produk rumah tangga seperti hairspray, deodoran, dan penghilang cat kuku, kembali mencuat di platform media sosial, khususnya TikTok. Fenomena ini bukan sekedar tren biasa. Berdasarkan data internasional, tantangan serupa telah merenggut nyawa setidaknya 15 anak berusia di bawah 12 tahun hingga November 2022. Yang lebih mengkhawatirkan, penelitian menunjukkan bahwa satu dari lima remaja pernah berpartisipasi dalam tantangan online, sementara satu dari 50 remaja terlibat dalam tantangan berisiko tinggi. Mengapa Tren Berbahaya Terus Bermunculan? Algoritma media sosial menjadi dalang utama di balik penyebaran tren berbahaya ini. Platform media sosial didesain untuk meningkatkan engagement dengan menampilkan konten yang memicu reaksi emosional kuat, seringkali mengutamakan sensationali...