Kebakaran yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po menjadi bencana hunian paling mematikan di Hong Kong dalam hampir 80 tahun terakhir. Investigasi mengungkap dugaan kelalaian fatal dan korupsi dalam proyek renovasi bernilai miliaran rupiah. HONG KONG - Asap hitam mengepul tinggi ke langit Hong Kong pada sore hari Rabu, 26 November 2025. Api berkobar dengan kecepatan mengerikan, menelan tujuh dari delapan menara hunian di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, New Territories. Dalam hitungan jam, apa yang dimulai sebagai kebakaran kecil di perancah bambu berubah menjadi malapetaka yang menewaskan setidaknya 128 orang dan melukai puluhan lainnya. Ini bukan sekadar tragedi. Ini adalah kisah tentang kelalaian sistemik, dugaan korupsi, dan harga yang dibayar oleh warga biasa—banyak di antaranya lansia dan pekerja migran—yang percaya bahwa rumah mereka aman. Kronologi Kematian: Dari Api Kecil Menjadi Inferno Pukul 14.51 waktu setempat, Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong me...
perang Ukraina “Gelombang ledakan itu bukan hanya mengguncang kaca jendela, tetapi juga rasa aman kami,” tutur Olena, seorang warga Distrik Pechersk, lewat sambungan telepon yang nyaris tak terdengar karena sirene tiada henti. Ketika kita terbangun pada dini hari akhir Mei 2024, telegram channel Ukraina bergulir lebih cepat dari peluru. Rusia melancarkan serangan udara paling masif sejak invasi dimulai Februari 2022. Lebih dari 90 rudal jelajah, balistik, dan drone Shahed dikirim ke jantung ibu kota—angka yang kemudian dikonfirmasi Komando Angkatan Udara Ukraina . Bagi banyak penduduk Kyiv, malam itu terasa lebih panjang dari biasanya, seolah waktu membeku di antara gemuruh ledakan dan sinar oranye yang menyayat langit. Mengapa Serangan Ini Berbeda? Menurut laporan Reuters , skala serta variasi amunisi yang ditembakkan menjadikan serangan ini “terbesar sejauh perang berlangsung.” Sebagian besar rudal ditembakkan dari pesawat strategis Tu-95 di atas La...