Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Okupasi Gaza 2025

Rudal Hipersonik Oreshnik Hantam Ukraina Lagi: Senjata Mach 10 yang Nyaris Mustahil Dicegat

Dalam eskalasi terbaru konflik Rusia-Ukraina, Moskow kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik tercanggihnya, Oreshnik, menghantam wilayah barat Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 8-9 Januari 2026. Serangan ini menandai penggunaan kedua senjata kontroversial tersebut sejak pertama kali dipakai pada November 2024 lalu. Serangan masif yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal berbagai jenis ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 25 lainnya di ibu kota Kyiv. Namun yang paling mengejutkan adalah penggunaan Oreshnik yang menargetkan infrastruktur kritis di wilayah Lviv, kota yang berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Polandia, anggota NATO. Serangan Balasan atau Pesan Politik? Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod pada Desember 2025. Namun klaim ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat dan Ukraina. Pejabat CIA bahkan menya...

Netanyahu Deklarasikan Okupasi Penuh Gaza: Langkah Berisiko yang Menggemparkan Dunia

Dunia internasional dikejutkan dengan keputusan kontroversial Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengumumkan rencana okupasi penuh Jalur Gaza . Keputusan yang diumumkan pada Senin malam ini menandai eskalasi dramatis dalam konflik yang telah berlangsung hampir 22 bulan, sekaligus membalikkan kebijakan penarikan Israel dari Gaza pada 2005. Langkah berani ini bukan sekadar taktik militer biasa - ini adalah permainan politik tinggi yang dapat mengubah wajah Timur Tengah selamanya. Netanyahu, dengan gaya khasnya yang tegas, menyatakan bahwa "keputusan telah dibuat" untuk menduduki seluruh wilayah Gaza, termasuk area-area di mana sandera Hamas diduga ditahan. Strategi Militer yang Mengundang Kontroversi Rencana Netanyahu melibatkan pengambilalihan militer total atas semua teritorial di Gaza. Saat ini, Israel telah menguasai sekitar 75% wilayah Gaza, namun strategi baru ini akan memperluas kontrol ke seluruh enklave yang dihuni 2 juta warga Palestina. Menurut lapor...