Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pertemuan tarif AS China

Rudal Hipersonik Oreshnik Hantam Ukraina Lagi: Senjata Mach 10 yang Nyaris Mustahil Dicegat

Dalam eskalasi terbaru konflik Rusia-Ukraina, Moskow kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik tercanggihnya, Oreshnik, menghantam wilayah barat Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 8-9 Januari 2026. Serangan ini menandai penggunaan kedua senjata kontroversial tersebut sejak pertama kali dipakai pada November 2024 lalu. Serangan masif yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal berbagai jenis ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 25 lainnya di ibu kota Kyiv. Namun yang paling mengejutkan adalah penggunaan Oreshnik yang menargetkan infrastruktur kritis di wilayah Lviv, kota yang berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Polandia, anggota NATO. Serangan Balasan atau Pesan Politik? Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod pada Desember 2025. Namun klaim ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat dan Ukraina. Pejabat CIA bahkan menya...

Pertemuan Tarif Dagang AS-China di Geneva 2025: Langkah Menuju De-eskalasi?

Pada tanggal 10 Mei 2025, pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) dan China bertemu di Geneva, Swiss, untuk membahas isu tarif dagang yang telah menjadi sumber ketegangan antara kedua negara super ekonomi ini. Pertemuan ini, yang melibatkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer dari pihak AS, serta Wakil Perdana Menteri China He Lifeng dari pihak China, diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju de-eskalasi dalam perang dagang yang telah berlangsung lama. Bagi pembaca Indonesia, yang bergantung pada perdagangan global, hasil dari pertemuan ini sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi regional. Latar Belakang Perang Dagang AS-China Perang dagang antara AS dan China dimulai pada tahun 2018 ketika Presiden Donald Trump menerapkan tarif atas barang-barang impor dari China, dengan alasan untuk mengatasi defisit perdagangan dan praktik perdagangan yang dianggap tidak adil. Sejak itu, tarif-tarif ini telah ditingkatkan secara signifikan. Saat ini,...