Dalam eskalasi terbaru konflik Rusia-Ukraina, Moskow kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik tercanggihnya, Oreshnik, menghantam wilayah barat Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 8-9 Januari 2026. Serangan ini menandai penggunaan kedua senjata kontroversial tersebut sejak pertama kali dipakai pada November 2024 lalu. Serangan masif yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal berbagai jenis ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 25 lainnya di ibu kota Kyiv. Namun yang paling mengejutkan adalah penggunaan Oreshnik yang menargetkan infrastruktur kritis di wilayah Lviv, kota yang berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Polandia, anggota NATO. Serangan Balasan atau Pesan Politik? Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod pada Desember 2025. Namun klaim ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat dan Ukraina. Pejabat CIA bahkan menya...
Bayangkan meja perundingan yang penuh ketegangan, di mana dua kekuatan ekonomi dunia—Amerika Serikat dan Uni Eropa—akhirnya sepakat untuk menurunkan tarif menjadi 15%. Bukan sekadar angka, ini adalah babak baru dalam drama perdagangan global yang selama ini penuh intrik, negosiasi alot, dan kepentingan nasional yang saling bertabrakan. Kabar kesepakatan Trump dengan Uni Eropa ini bukan hanya mengubah jalur ekspor-impor, tapi juga memicu diskusi hangat di ruang-ruang redaksi, lantai bursa, hingga warung kopi di Jakarta. Tarik Ulur Panjang: Dari Perang Dagang ke Damai Tarif Tak perlu menjadi ekonom untuk tahu, hubungan dagang AS-Uni Eropa selama ini ibarat roller coaster. Sejak era Trump, tensi meningkat akibat kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan pada produk-produk Eropa, mulai dari mobil hingga keju. Uni Eropa pun membalas dengan tarif serupa pada produk Amerika. Hasilnya? Perdagangan kedua blok raksasa ini sempat tersendat, bahkan memicu kekhawatiran resesi global. ...