Dalam eskalasi terbaru konflik Rusia-Ukraina, Moskow kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik tercanggihnya, Oreshnik, menghantam wilayah barat Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 8-9 Januari 2026. Serangan ini menandai penggunaan kedua senjata kontroversial tersebut sejak pertama kali dipakai pada November 2024 lalu. Serangan masif yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal berbagai jenis ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 25 lainnya di ibu kota Kyiv. Namun yang paling mengejutkan adalah penggunaan Oreshnik yang menargetkan infrastruktur kritis di wilayah Lviv, kota yang berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Polandia, anggota NATO. Serangan Balasan atau Pesan Politik? Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod pada Desember 2025. Namun klaim ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat dan Ukraina. Pejabat CIA bahkan menya...
Trump Luncurkan Rencana Perdamaian 20 Poin untuk Akhiri Perang Gaza, Hamas Diberi Ultimatum 3-4 Hari
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan proposal ambisius berisi 20 poin untuk mengakhiri konflik dua tahun antara Israel dan Hamas di Gaza. Rencana yang diungkapkan di Gedung Putih pada 29 September 2025 ini diklaim sebagai upaya bersejarah untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah, meski menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Trump menyebut rencananya sebagai "potentially one of the great days ever in civilization" atau berpotensi menjadi salah satu hari terbesar dalam peradaban. Namun, keberhasilan rencana ini sangat bergantung pada respons Hamas yang diberi tenggat waktu ketat. Poin-Poin Kunci Rencana Perdamaian Gencatan Senjata dan Pertukaran Sandera Komponen pertama dan paling mendesak adalah penghentian segera permusuhan setelah kedua belah pihak menyetujui kesepakatan. Yang menjadi sorotan, dalam waktu 72 jam setelah Israel secara resmi menerima perjanjian, Hamas harus mengemb...