Langsung ke konten utama

Rudal Hipersonik Oreshnik Hantam Ukraina Lagi: Senjata Mach 10 yang Nyaris Mustahil Dicegat

Dalam eskalasi terbaru konflik Rusia-Ukraina, Moskow kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik tercanggihnya, Oreshnik, menghantam wilayah barat Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 8-9 Januari 2026. Serangan ini menandai penggunaan kedua senjata kontroversial tersebut sejak pertama kali dipakai pada November 2024 lalu. Serangan masif yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal berbagai jenis ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 25 lainnya di ibu kota Kyiv. Namun yang paling mengejutkan adalah penggunaan Oreshnik yang menargetkan infrastruktur kritis di wilayah Lviv, kota yang berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Polandia, anggota NATO. Serangan Balasan atau Pesan Politik? Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod pada Desember 2025. Namun klaim ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat dan Ukraina. Pejabat CIA bahkan menya...

Harga Emas Uji Level US$3.300 di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

harga emas naik

Ketika volatilitas pasar keuangan membuat banyak aset serasa roller-coaster, emas kembali bersinar terang. Bahkan, logam kuning itu nyaris menyentuh US$3.300 per troy ounce—level psikologis yang sebelumnya dianggap sekadar bisikan para peramal pasar. Bagaimana bisa?

 

Kenapa Angka US$3.300 Begitu Sakral?

Tidak sedikit investor global menaruh angka 3-3-0-0 di papan vision board mereka. Alasannya sederhana: pada titik tersebut, emas akan mengungguli rekor inflasi era 1980-an bila disesuaikan dengan daya beli dolar saat ini. Dengan kata lain, tembok itu menjadi patokan apakah emas hanya reli teknikal, atau malah sedang mengirim sinyal bahaya bagi sistem keuangan modern.

Sekilas Data

  • Pada 2020, rekor historis emas terletak di sekitar US$2.070.
  • Pada 2023, lembaga riset Bank of America sempat meramalkan harga emas US$3.000 jika inflasi tidak diredam The Fed.
  • Lonjakan terbaru dipicu lonjakan permintaan bank sentral, melemahnya imbal hasil obligasi, dan gejolak geopolitik yang makin panas.

 

Tiga Motor Penggerak Reli Emas 2024

1. Laju Pembelian Bank Sentral

Laporan World Gold Council menunjukkan bank sentral—dari Tiongkok hingga Turki—menambah cadangan emas pada kecepatan tertinggi dalam 55 tahun terakhir. Ketika cadangan devisa dolar AS terasa rentan oleh suku bunga tinggi maupun ancaman default politik, logam kuning menjadi “asuransi” cadangan.

2. Inflasi yang Membandel

Meski headline CPI Amerika Serikat sempat melandai, tingkat “sticky inflation” masih sulit turun di bawah 4 %. Investor besar memburu aset nyata sebagai pelindung nilai. Saat saham teknologi naik-turun dalam hitungan jam, emas memberi kelegaan dengan volatilitas relatif lebih rendah.

3. Sentimen Geopolitik

Konflik Timur Tengah, ketegangan di Laut Cina Selatan, hingga pemilu di negara-negara G20 menciptakan badai ketidakpastian. Seperti yang diungkap Reuters, setiap lonjakan risiko geopolitik rata-rata mendongkrak harga emas 2-3 % dalam sepekan.

 

Risiko yang Mengintai: Jangan Mabuk Kepayang

Ya, emas itu memesona. Namun, bukan berarti harganya kebal koreksi. Beberapa risiko berikut perlu dicatat:

  1. Kenaikan Suku Bunga The Fed
    Bila data tenaga kerja AS kembali panas, The Fed bisa saja menunda pemotongan suku bunga. Imbal hasil obligasi naik → biaya peluang memegang emas (yang tak menghasilkan kupon) ikut naik.
  2. Pelemahan Permintaan Fisik di Tiongkok dan India
    Dua negara ini menyumbang lebih dari 50 % konsumsi perhiasan dunia. Resesi ringan atau depresiasi mata uang lokal bisa memangkas permintaan ritel mereka—memicu koreksi cepat.
  3. Reposisi Portofolio Hedge Fund
    Menurut data CFTC, posisi long emas manajer aset global sudah mendekati ekstrem historis. Begitu profit taking dimulai, harga bisa turun ratusan dolar hanya dalam beberapa sesi.

Tip praktis: Tetapkan target trailing stop, misalnya 5 – 7 % di bawah harga beli, agar kerugian tidak membengkak jika pasar berbalik.

 

Strategi Investor Nusantara: Dari Emas Batangan hingga ETF

Bagaimana cara warga Indonesia berpartisipasi tanpa harus menggadaikan rumah?

1. Emas Batangan Bersertifikat

PT Antam masih jadi rujukan utama. Spread jual-beli mereka cenderung mengecil ketika permintaan tinggi, membuat biaya transaksi lebih ramah bagi investor jangka panjang.

2. Tabungan Emas Digital

Aplikasi Pegadaian Digital atau Pluang menyediakan pembelian mulai 0,01 gram. COCOK untuk pemula yang ingin averaging bulanan tanpa repot menyimpan fisik.

3. Exchange Traded Fund (ETF)

Produk seperti ETF S&P GSCI Gold di Bursa Singapura atau ETF emas lokal (ticker GOLD) memberi akses harga internasional plus likuiditas harian. Namun, pantau biaya manajemen yang biasanya 0,4-1 % per tahun.

 

Tabel: Pendukung vs Penekan Harga Emas Saat Ini

Faktor

Dampak ke Harga

Bukti Terbaru

Prospek 6 Bulan

Pembelian Bank Sentral

Positif

Cadangan emas Tiongkok naik 225 ton di 2023

Berlanjut, terutama di Asia

Inflasi AS

Positif

CPI inti masih 4,3 % yoy

Bisa turun moderat, namun di atas target 2 %

Yield Obligasi 10-thn AS

Negatif

Turun ke 3,9 % dari 4,5 %

Berpotensi naik jika Fed hawkish

Dolar Index (DXY)

Negatif

DXY turun 5 % YTD

Relatif datar, tergantung data ekonomi

Permintaan Perhiasan India

Positif

Konsumsi naik 8 % kuartal lalu

Musim pernikahan + Diwali jadi katalis


Apa Kata Para Analis Internasional?

  • Citi Research lewat wawancara di Bloomberg menyebut target base case US2.900,namun“spike”keUS2.900,namunspikekeUS3.300 tetap terbuka jika resesi AS muncul Q4.
  • JP Morgan memproyeksikan emas “akan memimpin kinerja aset komoditas” selama obligasi pemerintah berada di yield riil negatif.
  • UBS lebih hati-hati, memberi fair value US$2.700 sambil menyarankan investor melakukan hedging dengan put option.

 

Bagaimana Prospeknya dalam 12 Bulan ke Depan?

  1. Skenario Optimis
    Resesi ringan di AS memaksa The Fed memangkas suku bunga hingga 150 bps. Emas menembus US$3.500 sebelum akhir 2025.
  2. Skenario Basis
    Ekonomi global melambat namun tidak terjun bebas. Bank sentral lanjut menambah cadangan. Emas stabil di rentang US$2.800-3.200.
  3. Skenario Pesimis
    Inflasi AS kembali jinak, obligasi 10-thn menuju 4,5 %. Emas terkoreksi ke US$2.400, tapi tetap lebih tinggi dari rata-rata lima tahun.

 

Ajak Diskusi: Apakah Anda Masih Mempercayai Emas sebagai Safe Haven?

Berbicara soal emas sering kali memicu debat panjang: sebagian bilang old school, sebagian lain menganggapnya pelindung nilai sejati.

💬 Tulis pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda akan menambah, menahan, atau menjual posisi emas pada harga mendekati US$3.300?

 

Penutup Tanpa Klise

Emas mungkin bukan aset paling memesona di portofolio digital zaman sekarang, tetapi reli menuju US$3.300 membuktikan satu hal: kepercayaan publik terhadap mata uang kertas masih mudah goyah. Entah Anda kolektor koin, trader ETF, atau penabung 0,01 gram di ponsel, pahami permainan ini. Seperti pepatah Wall Street, “Saat pasar panik, emas bukan sekadar logam—ia menjadi bahasa universal rasa takut.”

Selamat menimbang pilihan, dan semoga portofolio Anda berkilau seperti logam kuning itu sendiri.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tragedi Berdarah di Bondi Beach: 16 Orang Tewas dalam Serangan Teror saat Perayaan Hanukkah

SYDNEY - Pantai Bondi yang terkenal di Sydney, Australia, berubah menjadi tempat kejadian tragis pada Sabtu sore (14/12/2025) ketika dua orang bersenjata membabi buta menembaki kerumunan yang sedang merayakan hari pertama Hanukkah. Serangan yang terjadi sekitar pukul 18.47 waktu setempat ini menewaskan 16 orang dan melukai 42 lainnya, menjadikannya salah satu serangan massal paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade terakhir. Detik-detik Mencekam di Archer Park Sekitar 1.000 orang telah berkumpul di Archer Park, area taman bermain di kompleks Bondi Beach, untuk menghadiri acara "Chanukah by the Sea" yang diselenggarakan oleh Chabad of Bondi. Suasana penuh suka cita tiba-tiba berubah menjadi horor ketika dua penembak mulai melepaskan tembakan ke arah kerumunan. Saksi mata menggambarkan kepanikan yang luar biasa. Danielle, seorang warga lokal yang enggan menyebutkan nama lengkapnya, berlari ke lokasi untuk mengambil putrinya yang sedang menghadiri pesta bar mit...

Tragedi Kebakaran Wang Fuk Court: 128 Tewas dalam Kebakaran Terparah Hong Kong Sejak 1948

Kebakaran yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po menjadi bencana hunian paling mematikan di Hong Kong dalam hampir 80 tahun terakhir. Investigasi mengungkap dugaan kelalaian fatal dan korupsi dalam proyek renovasi bernilai miliaran rupiah. HONG KONG - Asap hitam mengepul tinggi ke langit Hong Kong pada sore hari Rabu, 26 November 2025. Api berkobar dengan kecepatan mengerikan, menelan tujuh dari delapan menara hunian di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, New Territories. Dalam hitungan jam, apa yang dimulai sebagai kebakaran kecil di perancah bambu berubah menjadi malapetaka yang menewaskan setidaknya 128 orang dan melukai puluhan lainnya. Ini bukan sekadar tragedi. Ini adalah kisah tentang kelalaian sistemik, dugaan korupsi, dan harga yang dibayar oleh warga biasa—banyak di antaranya lansia dan pekerja migran—yang percaya bahwa rumah mereka aman. Kronologi Kematian: Dari Api Kecil Menjadi Inferno Pukul 14.51 waktu setempat, Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong me...

Gempa Dahsyat 7,5 M Guncang Jepang, Picu Tsunami dan 51 Korban Luka

TOKYO - Guncangan dahsyat kembali melanda Negeri Sakura. Gempa bumi berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang pantai timur laut Jepang pada Senin malam, 8 Desember 2025, memicu peringatan tsunami dan evakuasi massal sekitar 90.000 warga. Kejadian ini mengingatkan kembali trauma gempa dan tsunami dahsyat tahun 2011 yang meluluhlantakkan wilayah Tohoku. Pusat gempa berada sekitar 80 kilometer di lepas pantai Prefektur Aomori, wilayah paling utara Pulau Honshu, pada kedalaman 54 kilometer. Badan Meteorologi Jepang (JMA) awalnya melaporkan kekuatan gempa mencapai 7,6 magnitudo sebelum direvisi menjadi 7,5. Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mencatat magnitudo 7,3 dalam analisisnya. Gempa terjadi tepat pukul 23.15 waktu setempat atau 21.15 WIB. Guncangan keras terasa hingga Sapporo, ibu kota Hokkaido, di mana alarm ponsel berbunyi memekakkan telinga untuk memperingatkan warga. Seorang reporter NHK di Hokkaido menggambarkan guncangan horizontal berlangsun...