Kebakaran yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po menjadi bencana hunian paling mematikan di Hong Kong dalam hampir 80 tahun terakhir. Investigasi mengungkap dugaan kelalaian fatal dan korupsi dalam proyek renovasi bernilai miliaran rupiah. HONG KONG - Asap hitam mengepul tinggi ke langit Hong Kong pada sore hari Rabu, 26 November 2025. Api berkobar dengan kecepatan mengerikan, menelan tujuh dari delapan menara hunian di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, New Territories. Dalam hitungan jam, apa yang dimulai sebagai kebakaran kecil di perancah bambu berubah menjadi malapetaka yang menewaskan setidaknya 128 orang dan melukai puluhan lainnya. Ini bukan sekadar tragedi. Ini adalah kisah tentang kelalaian sistemik, dugaan korupsi, dan harga yang dibayar oleh warga biasa—banyak di antaranya lansia dan pekerja migran—yang percaya bahwa rumah mereka aman. Kronologi Kematian: Dari Api Kecil Menjadi Inferno Pukul 14.51 waktu setempat, Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong me...
China Lepaskan 1,2 Juta Kelinci untuk Mengubah Gurun Menjadi Oasis Hijau - Revolusi Ekologi yang Menggemparkan Dunia
Siapa sangka kalau kelinci bisa jadi "insinyur ekologi" yang mengubah gurun gersang menjadi lahan hijau subur? China baru saja membuktikan hal yang terdengar mustahil ini dengan melepas lebih dari 1,2 juta kelinci Rex di gurun Inner Mongolia. Hasilnya? Vegetasi meningkat dari 3% menjadi 84,7% - sebuah transformasi yang bikin para ilmuwan dunia geleng-geleng kepala. Proyek radikal ini bukan cuma soal lingkungan. Lebih dari 102.000 orang terangkat dari kemiskinan, dan nilai ekonomi yang tercipta mencapai 500 miliar yuan. Ini bukan dongeng - ini nyata, dan bisa jadi inspirasi buat negara-negara lain yang punya masalah serupa. Konsep Revolusioner: Kelinci sebagai Agen Perubahan Ekosistem Ide gila ini sebenarnya berawal dari ilmuwan China bernama Qian Xuesen di tahun 1980-an. Dia ngeluarin konsep "Desert Industry" dan "Grassland Industry" - teori yang bilang kalau gurun bisa diubah jadi lahan produktif lewat intervensi ekologis strategis, bukan cuma dengan n...