Langsung ke konten utama

Rudal Hipersonik Oreshnik Hantam Ukraina Lagi: Senjata Mach 10 yang Nyaris Mustahil Dicegat

Dalam eskalasi terbaru konflik Rusia-Ukraina, Moskow kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik tercanggihnya, Oreshnik, menghantam wilayah barat Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 8-9 Januari 2026. Serangan ini menandai penggunaan kedua senjata kontroversial tersebut sejak pertama kali dipakai pada November 2024 lalu. Serangan masif yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal berbagai jenis ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 25 lainnya di ibu kota Kyiv. Namun yang paling mengejutkan adalah penggunaan Oreshnik yang menargetkan infrastruktur kritis di wilayah Lviv, kota yang berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Polandia, anggota NATO. Serangan Balasan atau Pesan Politik? Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod pada Desember 2025. Namun klaim ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat dan Ukraina. Pejabat CIA bahkan menya...

Serangan di Kashmir Memicu Ketegangan, India Ancam Eskalasi Militer: Apa yang Perlu Diketahui?


Serangan Mematikan yang Bisa Picu Konflik Baru

Pada 9 Juni 2024, wilayah Jammu dan Kashmir kembali gempar. Sebuah serangan terhadap pasukan keamanan India di distrik Kathua menewaskan 5 tentara dan melukai 7 orang. Insiden ini disebut sebagai serangan terparah dalam setahun terakhir, dan langsung memanas karena pemerintah India menuding kelompok militan berbasis Pakistan sebagai dalangnya. Apakah ini akan memicu eskalasi militer seperti setelah serangan Pulwama 2019? Simak analisis lengkapnya!

Detik-detik Serangan: Lokasi, Korban, dan Pelaku

Menurut laporan The Hindu dan Al Jazeera, serangan terjadi saat konvoi tentara India sedang patroli di daerah hutan dekat perbatasan. Para militan menggunakan granat dan senjata otomatis, lalu kabur ke wilayah pegunungan. Sumber intelijen menyebut modus operandi mirip dengan kelompok Jaish-e-Mohammed (JeM) atau Lashkar-e-Taiba (LeT)—dua organisasi yang kerap dianggap "proxy" Pakistan oleh India.

  • Lokasi: Kathua, wilayah Jammu (dekat perbatasan India-Pakistan).

  • Korban: 5 tentara India tewas, termasuk seorang perwira.

  • Respons Cepat: India kerahkan pasukan tambahan dan luncurkan operasi pencarian.


Dari Pulwama hingga Kathua: Sejarah Panas Kashmir

Konflik Kashmir ibarat bara dalam sekam. Sejak 1947, India dan Pakistan sudah tiga kali berperang memperebutkan wilayah ini. Serangan terakhir yang memicu krisis besar adalah bom bunuh diri di Pulwama (2019), yang berujung pada serangan udara balasan India ke wilayah Pakistan.

Kenapa Kathua Berbahaya?

  • Jammu: Wilayah ini relatif stabil dibanding Lembah Kashmir, sehingga serangan di sani mengejutkan banyak pihak.

  • Isu Infiltrasi: India selalu menuduh Pakistan menyelundupkan militan lewat "Line of Control" (LoC). Pakistan membantah, menyebut tuduhan itu sebagai "drama politik".


Eskalasi atau Gertakan? Respons India dan Reaksi Internasional

PM Narendra Modi langsung bersikap keras: "Darah para pahlawan tidak akan sia-sia. Kami akan membalas dendam!" Sementara Menteri Pertahanan Rajnath Singh menyindir Pakistan lewat tweet: "Terrorisme adalah senjata orang lemah."

Di sisi lain, pemerintah Pakistan membantah terlibat. Juru bicara Kemenlu menyebut, "India lebih suka cari kambing hitam daripada selesaikan akar masalah di Kashmir."

Sorotan Global:

  • AS dan Uni Eropa mendesak kedua negara hindari provokasi.

  • China, sekutu Pakistan, menyerukan dialog.

  • PBB khawatirkan nasib warga sipil Kashmir jika konflik meluas.


Ancaman bagi Warga Kashmir: Antara Militer dan Militan

Di balik retorika politik, warga Kashmir terjepit. Laporan Amnesty International (2023) menyebut peningkatan pelanggaran HAM sejak India mencabut otonomi Kashmir pada 2019. Pemerintah setempat melaporkan:

  • Pembatasan internet di beberapa daerah pascaserangan.

  • Penggerebekan rumah warga yang dicurigai membantu militan.

"Kami lelah jadi korban permainan politik," kata Asif (38), pedagang di Srinagar, via BBC Indonesia.

Mungkinkah Perang Terbuka Terjadi? Analisis Pakar

Militer India memiliki keunggulan teknologi dan jumlah pasukan, tetapi geografi Kashmir (pegunungan) membuat perang konvensional sulit. Menurut analis pertahanan Rahul Bedi:

  • Opsi India: Serangan udara terbatas atau operasi intelijen lintas batas.

  • Tantangan: Risiko Pakistan balas dendam dengan serangan siber atau dukungan ke kelompok militan.

Faktor Peredam:

  • Kedua negara memiliki senjata nuklir.

  • Tekanan ekonomi: India dan Pakistan sedang fokus pada pemulihan pasca-pandemi.


Jalan Panjang Menuju Damai

Serangan di Kathua mengingatkan dunia bahwa Kashmir tetap bom waktu Asia Selatan. Eskalasi militer mungkin menguntungkan secara politik (terutama bagi Modi yang baru terpilih), tetapi rakyat biasa di kedua negara yang akan menanggung akibatnya. Seperti kata pepatah, "Perang mudah dimulai, tapi sulit diakhiri."*

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Dukungan diplomasi internasional untuk mediasi netral.

  • Tekan kedua negara agar patuhi gencatan senjata di LoC.

  • Amplifikasi suara warga Kashmir dalam proses perdamaian.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tragedi Berdarah di Bondi Beach: 16 Orang Tewas dalam Serangan Teror saat Perayaan Hanukkah

SYDNEY - Pantai Bondi yang terkenal di Sydney, Australia, berubah menjadi tempat kejadian tragis pada Sabtu sore (14/12/2025) ketika dua orang bersenjata membabi buta menembaki kerumunan yang sedang merayakan hari pertama Hanukkah. Serangan yang terjadi sekitar pukul 18.47 waktu setempat ini menewaskan 16 orang dan melukai 42 lainnya, menjadikannya salah satu serangan massal paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade terakhir. Detik-detik Mencekam di Archer Park Sekitar 1.000 orang telah berkumpul di Archer Park, area taman bermain di kompleks Bondi Beach, untuk menghadiri acara "Chanukah by the Sea" yang diselenggarakan oleh Chabad of Bondi. Suasana penuh suka cita tiba-tiba berubah menjadi horor ketika dua penembak mulai melepaskan tembakan ke arah kerumunan. Saksi mata menggambarkan kepanikan yang luar biasa. Danielle, seorang warga lokal yang enggan menyebutkan nama lengkapnya, berlari ke lokasi untuk mengambil putrinya yang sedang menghadiri pesta bar mit...

Tragedi Kebakaran Wang Fuk Court: 128 Tewas dalam Kebakaran Terparah Hong Kong Sejak 1948

Kebakaran yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po menjadi bencana hunian paling mematikan di Hong Kong dalam hampir 80 tahun terakhir. Investigasi mengungkap dugaan kelalaian fatal dan korupsi dalam proyek renovasi bernilai miliaran rupiah. HONG KONG - Asap hitam mengepul tinggi ke langit Hong Kong pada sore hari Rabu, 26 November 2025. Api berkobar dengan kecepatan mengerikan, menelan tujuh dari delapan menara hunian di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, New Territories. Dalam hitungan jam, apa yang dimulai sebagai kebakaran kecil di perancah bambu berubah menjadi malapetaka yang menewaskan setidaknya 128 orang dan melukai puluhan lainnya. Ini bukan sekadar tragedi. Ini adalah kisah tentang kelalaian sistemik, dugaan korupsi, dan harga yang dibayar oleh warga biasa—banyak di antaranya lansia dan pekerja migran—yang percaya bahwa rumah mereka aman. Kronologi Kematian: Dari Api Kecil Menjadi Inferno Pukul 14.51 waktu setempat, Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong me...

Gempa Dahsyat 7,5 M Guncang Jepang, Picu Tsunami dan 51 Korban Luka

TOKYO - Guncangan dahsyat kembali melanda Negeri Sakura. Gempa bumi berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang pantai timur laut Jepang pada Senin malam, 8 Desember 2025, memicu peringatan tsunami dan evakuasi massal sekitar 90.000 warga. Kejadian ini mengingatkan kembali trauma gempa dan tsunami dahsyat tahun 2011 yang meluluhlantakkan wilayah Tohoku. Pusat gempa berada sekitar 80 kilometer di lepas pantai Prefektur Aomori, wilayah paling utara Pulau Honshu, pada kedalaman 54 kilometer. Badan Meteorologi Jepang (JMA) awalnya melaporkan kekuatan gempa mencapai 7,6 magnitudo sebelum direvisi menjadi 7,5. Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mencatat magnitudo 7,3 dalam analisisnya. Gempa terjadi tepat pukul 23.15 waktu setempat atau 21.15 WIB. Guncangan keras terasa hingga Sapporo, ibu kota Hokkaido, di mana alarm ponsel berbunyi memekakkan telinga untuk memperingatkan warga. Seorang reporter NHK di Hokkaido menggambarkan guncangan horizontal berlangsun...