Langsung ke konten utama

Makan Es Krim Tiap Hari Bisa Panjang Umur? Ini Kata Dokter Ahli dari Amerika

Buku terbaru pakar kesehatan ternama membongkar mitos wellness dan tawarkan enam aturan sederhana untuk hidup lebih lama dan sehat JAKARTA - Di tengah gempuran informasi kesehatan yang sering membingungkan, mulai dari tren diet ekstrem hingga suplemen mahal yang menjanjikan umur panjang, Dr. Ezekiel Emanuel justru memberikan saran yang mengejutkan: makan es krim Anda. Lewat buku terbarunya yang diluncurkan Januari 2026 berjudul "Eat Your Ice Cream: Six Simple Rules for a Long and Healthy Life" (Makan Es Krim Anda: Enam Aturan Sederhana untuk Hidup Panjang dan Sehat), dokter onkolog dan ahli kebijakan kesehatan dari University of Pennsylvania ini menantang industri wellness yang menurutnya telah membuat hidup sehat menjadi terlalu rumit dan menyita waktu. "Hidup bukan kompetisi untuk bertahan paling lama. Wellness seharusnya tidak sulit, melainkan bagian tak terlihat dari gaya hidup yang memberikan manfaat kesehatan maksimal dengan usaha minimal," ungkap Emanuel d...

Makan Es Krim Tiap Hari Bisa Panjang Umur? Ini Kata Dokter Ahli dari Amerika

Buku terbaru pakar kesehatan ternama membongkar mitos wellness dan tawarkan enam aturan sederhana untuk hidup lebih lama dan sehat

JAKARTA - Di tengah gempuran informasi kesehatan yang sering membingungkan, mulai dari tren diet ekstrem hingga suplemen mahal yang menjanjikan umur panjang, Dr. Ezekiel Emanuel justru memberikan saran yang mengejutkan: makan es krim Anda.

Lewat buku terbarunya yang diluncurkan Januari 2026 berjudul "Eat Your Ice Cream: Six Simple Rules for a Long and Healthy Life" (Makan Es Krim Anda: Enam Aturan Sederhana untuk Hidup Panjang dan Sehat), dokter onkolog dan ahli kebijakan kesehatan dari University of Pennsylvania ini menantang industri wellness yang menurutnya telah membuat hidup sehat menjadi terlalu rumit dan menyita waktu.

"Hidup bukan kompetisi untuk bertahan paling lama. Wellness seharusnya tidak sulit, melainkan bagian tak terlihat dari gaya hidup yang memberikan manfaat kesehatan maksimal dengan usaha minimal," ungkap Emanuel dalam bukunya yang kini menjadi New York Times Bestseller.

Enam Aturan Emas Berdasarkan Sains

Emanuel, yang juga merupakan salah satu arsitek Affordable Care Act di Amerika Serikat, merangkum puluhan tahun penelitian dari studi-studi besar seperti Nurses' Health Study dan Framingham Heart Study menjadi enam prinsip praktis yang mudah diterapkan.

1. Jangan Jadi Orang Bodoh (Don't Be a Schmuck)

Aturan pertama terdengar lugas namun berdampak besar: hindari perilaku berisiko tinggi yang merusak diri sendiri. Data menunjukkan merokok dapat memangkas usia hingga 10 tahun, sementara penyalahgunaan opioid dan alkohol berlebihan mengurangi harapan hidup 2-3 tahun.

Emanuel menyebutnya perilaku "schmucky" yang harus dieliminasi, termasuk merokok, vaping, penggunaan narkoba, mengemudi sambil bermain ponsel, hingga melewatkan vaksinasi. Bahkan hal sederhana seperti tidak mengenakan helm saat bersepeda atau sabuk pengaman bisa berakibat fatal.

"Organisasi Kesehatan Dunia mencatat vaksin mencegah jutaan kematian setiap tahun secara global. Kecelakaan akibat mengemudi sambil teralihkan perhatian menyebabkan 40.000 kematian di AS setiap tahun," tulis Emanuel mengutip data resmi.

2. Berbicara dengan Orang Lain (Talk to People)

Inilah yang Emanuel sebut sebagai nasihat paling penting untuk 2026: bangun hubungan sosial yang kuat. Riset menunjukkan hubungan sosial yang baik bahkan lebih berpengaruh terhadap umur panjang dibanding diet atau olahraga.

Harvard Grant Study yang berlangsung lebih dari 80 tahun menemukan bahwa hubungan sosial yang kuat meningkatkan peluang bertahan hidup hingga 50 persen, lebih efektif daripada mengontrol kolesterol. Sementara isolasi sosial meningkatkan risiko kematian setara dengan merokok 15 batang per hari.

"Ini sangat penting bagi kesehatan dan kebahagiaan jangka panjang," ujar Emanuel dalam wawancara dengan CBS News. Ia menyarankan makan bersama keluarga atau teman, mengobrol dengan orang asing di kedai kopi, atau sekadar menelepon orang terkasih seminggu sekali.

Emanuel mengakui belajar pentingnya interaksi sosial dari keluarganya. Ia tumbuh bersama saudara-saudaranya yang terkenal: Ari Emanuel (agen super di Hollywood) dan Rahm Emanuel (mantan Wali Kota Chicago dan Duta Besar AS).

"Orang tua kami mengajarkan kami cara bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang. Mereka juga mengajarkan tanggung jawab," kenang Emanuel yang hampir menangis setiap kali membicarakan orang tuanya.

3. Perluas Pikiran Anda (Expand Your Mind)

Tetap aktif secara mental adalah kunci mencegah penurunan kognitif, terutama setelah pensiun. Rush Memory and Aging Project menunjukkan aktivitas kognitif mengurangi risiko Alzheimer hingga 2,5 kali lipat.

Penelitian di Blue Zones—wilayah dengan populasi berumur panjang terbanyak—menemukan bahwa memiliki tujuan hidup dan terus belajar menambah 7-10 tahun kehidupan sehat.

"Jika mereka membeli buku dan tetap terlibat secara mental, jika mereka menjadi relawan, berbicara dengan teman, atau menekuni hobi baru dengan serius, semua itu sangat bagus," kata Emanuel.

Praktiknya sederhana: membaca 20 menit setiap malam, mengikuti kelas atau hobi mingguan, menjadi relawan dua minggu sekali, atau berdiskusi tentang berita dan teka-teki saat makan.

4. Makan Es Krim Anda (Eat Your Ice Cream)

Inilah bagian yang paling mengejutkan dan menjadi judul bukunya. Emanuel tidak menyarankan diet ketat atau menghindari makanan tertentu, melainkan moderasi dan kegembiraan.

Penelitian Nurses' Health Study dan berbagai meta-analisis menemukan bahwa produk susu berlemak penuh seperti yogurt dan es krim justru menurunkan risiko diabetes hingga 20 persen, penyakit jantung 10 persen, dan demensia dibanding produk rendah lemak.

"Es krim adalah produk susu yang baik dengan protein. Lemak jenuhnya berada dalam globul sehingga tidak memengaruhi tubuh sebanyak lemak jenuh dalam daging," jelas Emanuel. "Plus, Anda biasanya makan es krim secara sosial bersama orang lain. Dan bahagia adalah bagian penting dari hidup panjang."

Ia merekomendasikan setengah cangkir es krim empat kali seminggu dalam konteks sosial, bukan sendirian. Untuk alkohol, yang paling aman adalah tidak minum sama sekali, tetapi jika minum, hindari menenggak sendirian dan jangan pernah dalam keadaan mabuk.

Emanuel menekankan fokus pada makanan nyata berserat tinggi dan berprotein seperti yogurt atau telur untuk sarapan, cemilan hummus dengan sayuran atau roti selai kacang, serta menghindari makanan olahan.

5. Gerakkan Badan (Move It)

Olahraga teratur dengan fokus pada kekuatan, fleksibilitas, dan fungsi tubuh jauh lebih penting daripada intensitas ekstrem. Meta-analisis di jurnal Lancet mengonfirmasi latihan kekuatan mengurangi kematian akibat semua penyebab hingga 20 persen, sementara aerobik sebesar 15 persen.

Yang terpenting adalah konsistensi, bukan intensitas. Emanuel menyarankan yoga atau peregangan kekuatan 20 menit setiap hari dengan pasangan, jalan cepat 30 menit empat kali seminggu, dan fokus pada gerakan fungsi tubuh seperti squat.

"Gerakan fungsional mempertahankan kemandirian," ungkapnya mengutip studi kelompok umur panjang.

6. Tidur Seperti Bayi (Sleep Like a Baby)

Tidur berkualitas adalah fondasi dari semua manfaat kesehatan lainnya. Berbagai meta-analisis mengaitkan tidur 7-8 jam dengan penurunan angka kematian 20-30 persen, serta mengurangi risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

"Tidur buruk setara dengan dampak merokok terhadap umur panjang," tegas Emanuel.

Rutinitas sederhana bisa membantu: tidur dan bangun pada waktu yang sama, redupkan lampu satu jam sebelum tidur, hindari layar gadget, dan minum teh herbal setelah makan malam.

Melawan Jebakan Anti-Wellness

Emanuel juga memperingatkan jebakan-jebakan yang menggerogoti kesehatan meski tampak sepele: stres kronis, makanan cepat saji, media sosial berlebihan, dan isolasi sosial.

"Kita hanya ada di sini selama 75, 85, 90 tahun. Anda harus membuat hidup menyenangkan dan bermakna," ujar Emanuel kepada Norah O'Donnell dari CBS Sunday Morning.

Ia menekankan pentingnya merencanakan masa pensiun secara sengaja agar tetap terlibat, karena kemalasan mempercepat penurunan kondisi fisik dan mental. Kebahagiaan dari aktivitas bermakna, yang sebagian ia pelajari dari keluarganya yang menekankan tanggung jawab dan persaudaraan, ternyata memperkuat umur panjang.

Kritik terhadap Industri Wellness

Dalam bukunya, Emanuel mengkritik keras apa yang ia sebut "Kompleks Industri Wellness" yang menawarkan saran bertentangan, suplemen mahal, dan rejimen rumit yang justru menyita banyak waktu hari ini demi janji waktu lebih banyak di masa depan.

"Dengan keahlian khas dan kejujurannya, Ezekiel Emanuel membongkar disinformasi, menusuk pseudosains, dan mengungkapkan apa yang benar-benar penting untuk umur panjang," tulis Adam Grant, penulis bestseller New York Times.

Buku setebal ratusan halaman ini telah mendapat sambutan luar biasa, menjadi New York Times Bestseller, USA Today Bestseller, dan Indie National Bestseller hanya dalam beberapa minggu sejak peluncurannya 6 Januari 2026.

Keahlian Emanuel di Balik Nasihatnya

Dr. Ezekiel Emanuel bukan sekadar penulis wellness biasa. Sebagai wakil rektor dan profesor di University of Pennsylvania, ia adalah ahli bioetika, pakar kebijakan kesehatan, dan onkolog yang menjadi salah satu arsitek utama Affordable Care Act—reformasi besar layanan kesehatan AS.

Emanuel adalah kontributor reguler untuk New York Times, Washington Post, Wall Street Journal, dan The Atlantic, serta sering tampil sebagai narasumber di CNN dan MSNBC. Keahliannya yang mendalam dikombinasikan dengan kemampuan mengomunikasikan sains kompleks menjadi nasihat praktis membuat bukunya menjadi panduan terpercaya.

"Ini adalah buku wellness yang kita semua tunggu—menyegarkan, jujur, brilian pragmatis, dan sangat manusiawi. Di dunia yang dibanjiri tren biohacking, suplemen mahal, dan nasihat kesehatan yang terlalu rumit, buku ini memotong kebisingan dengan kejernihan langka," puji Dr. Mark Hyman, penulis bestseller New York Times.

Pesan untuk 2026

Memasuki tahun 2026, Emanuel menekankan bahwa kesehatan sejati bukan tentang obsesi menghitung kalori atau mengikuti tren diet terbaru, melainkan tentang membangun kebiasaan sederhana yang berkelanjutan dan menyenangkan.

"Jangan stres berlebihan tentang hidup. Jadilah lebih sosial," ringkas Emanuel. "Anda tidak bisa membiarkan alam mengambil jalannya sendiri. Anda harus sengaja membangun hubungan sosial dan tetap terlibat secara mental."

Dengan pendekatan berbasis bukti yang dikemas dengan humor dan kebijaksanaan, "Eat Your Ice Cream" menawarkan peta jalan yang jelas, penuh kasih, dan masuk akal untuk kesejahteraan di era informasi yang berlebihan ini.

Buku ini tersedia dalam format hardcover, e-book, dan audiobook melalui berbagai platform seperti Amazon, Barnes & Noble, dan toko buku lainnya. Bagi pembaca Indonesia yang tertarik menerapkan enam aturan sederhana ini, bukunya dapat diakses melalui toko buku internasional online.

Di tengah kebingungan tentang apa yang benar-benar penting untuk kesehatan, Emanuel memberikan jawaban yang mengejutkan sekaligus melegakan: hidup sehat tidak harus rumit atau menyiksa. Cukup hindari perilaku bodoh, bangun hubungan sosial, tetap belajar, makan dengan moderasi (termasuk es krim!), bergerak secara teratur, dan tidur cukup.

Yang terpenting, menurut Emanuel, adalah menikmati perjalanan hidup itu sendiri—karena itulah yang sesungguhnya membuat kita hidup lebih lama dan lebih bahagia.


Tentang Penulis: Dr. Ezekiel Emanuel adalah wakil rektor dan profesor di University of Pennsylvania, ahli bioetika, pakar kebijakan kesehatan, dan onkolog. Ia adalah salah satu arsitek Affordable Care Act dan kontributor reguler untuk media terkemuka AS. Buku terbarunya "Eat Your Ice Cream" diluncurkan 6 Januari 2026 dan langsung menjadi New York Times Bestseller.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tragedi Berdarah di Bondi Beach: 16 Orang Tewas dalam Serangan Teror saat Perayaan Hanukkah

SYDNEY - Pantai Bondi yang terkenal di Sydney, Australia, berubah menjadi tempat kejadian tragis pada Sabtu sore (14/12/2025) ketika dua orang bersenjata membabi buta menembaki kerumunan yang sedang merayakan hari pertama Hanukkah. Serangan yang terjadi sekitar pukul 18.47 waktu setempat ini menewaskan 16 orang dan melukai 42 lainnya, menjadikannya salah satu serangan massal paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade terakhir. Detik-detik Mencekam di Archer Park Sekitar 1.000 orang telah berkumpul di Archer Park, area taman bermain di kompleks Bondi Beach, untuk menghadiri acara "Chanukah by the Sea" yang diselenggarakan oleh Chabad of Bondi. Suasana penuh suka cita tiba-tiba berubah menjadi horor ketika dua penembak mulai melepaskan tembakan ke arah kerumunan. Saksi mata menggambarkan kepanikan yang luar biasa. Danielle, seorang warga lokal yang enggan menyebutkan nama lengkapnya, berlari ke lokasi untuk mengambil putrinya yang sedang menghadiri pesta bar mit...

Tragedi Kebakaran Wang Fuk Court: 128 Tewas dalam Kebakaran Terparah Hong Kong Sejak 1948

Kebakaran yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po menjadi bencana hunian paling mematikan di Hong Kong dalam hampir 80 tahun terakhir. Investigasi mengungkap dugaan kelalaian fatal dan korupsi dalam proyek renovasi bernilai miliaran rupiah. HONG KONG - Asap hitam mengepul tinggi ke langit Hong Kong pada sore hari Rabu, 26 November 2025. Api berkobar dengan kecepatan mengerikan, menelan tujuh dari delapan menara hunian di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, New Territories. Dalam hitungan jam, apa yang dimulai sebagai kebakaran kecil di perancah bambu berubah menjadi malapetaka yang menewaskan setidaknya 128 orang dan melukai puluhan lainnya. Ini bukan sekadar tragedi. Ini adalah kisah tentang kelalaian sistemik, dugaan korupsi, dan harga yang dibayar oleh warga biasa—banyak di antaranya lansia dan pekerja migran—yang percaya bahwa rumah mereka aman. Kronologi Kematian: Dari Api Kecil Menjadi Inferno Pukul 14.51 waktu setempat, Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong me...

Gempa Dahsyat 7,5 M Guncang Jepang, Picu Tsunami dan 51 Korban Luka

TOKYO - Guncangan dahsyat kembali melanda Negeri Sakura. Gempa bumi berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang pantai timur laut Jepang pada Senin malam, 8 Desember 2025, memicu peringatan tsunami dan evakuasi massal sekitar 90.000 warga. Kejadian ini mengingatkan kembali trauma gempa dan tsunami dahsyat tahun 2011 yang meluluhlantakkan wilayah Tohoku. Pusat gempa berada sekitar 80 kilometer di lepas pantai Prefektur Aomori, wilayah paling utara Pulau Honshu, pada kedalaman 54 kilometer. Badan Meteorologi Jepang (JMA) awalnya melaporkan kekuatan gempa mencapai 7,6 magnitudo sebelum direvisi menjadi 7,5. Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mencatat magnitudo 7,3 dalam analisisnya. Gempa terjadi tepat pukul 23.15 waktu setempat atau 21.15 WIB. Guncangan keras terasa hingga Sapporo, ibu kota Hokkaido, di mana alarm ponsel berbunyi memekakkan telinga untuk memperingatkan warga. Seorang reporter NHK di Hokkaido menggambarkan guncangan horizontal berlangsun...