Langsung ke konten utama

Rudal Hipersonik Oreshnik Hantam Ukraina Lagi: Senjata Mach 10 yang Nyaris Mustahil Dicegat

Dalam eskalasi terbaru konflik Rusia-Ukraina, Moskow kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik tercanggihnya, Oreshnik, menghantam wilayah barat Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 8-9 Januari 2026. Serangan ini menandai penggunaan kedua senjata kontroversial tersebut sejak pertama kali dipakai pada November 2024 lalu. Serangan masif yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal berbagai jenis ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 25 lainnya di ibu kota Kyiv. Namun yang paling mengejutkan adalah penggunaan Oreshnik yang menargetkan infrastruktur kritis di wilayah Lviv, kota yang berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Polandia, anggota NATO. Serangan Balasan atau Pesan Politik? Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod pada Desember 2025. Namun klaim ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat dan Ukraina. Pejabat CIA bahkan menya...

Perang Ukraina: Muncul Tuduhan Keterlibatan Warga Negara Tiongkok, Beijing Membantah


Jakarta, Indonesia
- Konflik berkepanjangan di Ukraina kembali memanas dengan munculnya tuduhan keterlibatan warga negara Tiongkok dalam perang tersebut. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyatakan bahwa setidaknya 155 warga Tiongkok sedang bertempur untuk Rusia di Ukraina.   

Zelenskyy bahkan menuding Rusia "menyeret" Tiongkok ke dalam perang dan menuduh Beijing mengetahui adanya perekrutan warganya oleh tentara Moskow. Laporan lain juga menyebutkan lebih dari 150 tentara bayaran Tiongkok bertempur untuk Rusia, dengan Zelenskyy mengindikasikan bahwa jumlah sebenarnya bisa jauh lebih tinggi. Selain itu, Ukraina juga melaporkan telah menangkap dua tentara Tiongkok di wilayah Ukraina.   

Tuduhan ini langsung dibantah keras oleh Beijing. Pemerintah Tiongkok menyebut klaim Ukraina tersebut "sama sekali tidak berdasar" dan "tidak berdasar sama sekali". Tiongkok secara konsisten mempertahankan sikap netralnya dalam konflik ini dan menyerukan gencatan senjata. Meskipun demikian, Zelenskyy melalui platform media sosial X (sebelumnya Twitter) melaporkan tentang warga Tiongkok yang ditangkap, dan para pejabat Ukraina menyatakan bahwa penangkapan ini menimbulkan kekhawatiran tentang netralitas Tiongkok.   

Meskipun Tiongkok membantah keterlibatan resmi militernya, sebuah media Prancis, Le Monde, dilaporkan mengidentifikasi akun media sosial dari 40 warga Tiongkok yang mengaku telah bergabung dengan pasukan Rusia. Dalam perkembangan terkait, Rusia telah mengundang Perdana Menteri India, Narendra Modi, untuk menghadiri Parade Hari Kemenangan pada 9 Mei. Para analis berpendapat bahwa ofensif Rusia baru-baru ini di wilayah-wilayah penting memberikan gambaran tentang rencana Presiden Putin untuk Ukraina , dan sebuah video seorang warga negara Tiongkok yang ditangkap di Ukraina telah muncul, semakin menimbulkan pertanyaan. Ukraina tetap pada pendiriannya, menegaskan bahwa lebih dari 150 tentara bayaran Tiongkok bertempur untuk Rusia , dengan Zelenskyy menyebut dugaan keterlibatan Tiongkok oleh Rusia sebagai "kesalahan terbesar kedua". Di tengah ketegangan geopolitik ini, Rusia dilaporkan memantau dengan cermat fluktuasi harga minyak setelah pengumuman tarif oleh Presiden Trump, menggambarkan situasinya sebagai "sangat bergejolak".  

Klaim berulang Presiden Zelenskyy dan laporan penangkapan individu-individu Tiongkok mengindikasikan potensi perubahan dalam sifat keterlibatan asing dalam perang Ukraina. Meskipun secara resmi netral, dugaan kehadiran sejumlah besar pejuang Tiongkok menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana dukungan tidak resmi yang mungkin diterima Rusia. Bantahan keras Tiongkok konsisten dengan posisi resminya. Namun, perbedaan antara klaim Ukraina dan bantahan Tiongkok menyoroti aspek perang informasi dari konflik tersebut dan kesulitan dalam memverifikasi informasi sensitif semacam itu. Dugaan keterlibatan warga negara Tiongkok, bahkan jika sebagai tentara bayaran, dapat memiliki dampak diplomatik yang signifikan, berpotensi memperburuk hubungan antara Ukraina dan Tiongkok, dan semakin memperumit lanskap geopolitik yang sudah kompleks yang melibatkan Rusia, Ukraina, Tiongkok, dan Barat. Fakta bahwa Rusia telah mengundang PM Modi untuk Parade Hari Kemenangan sementara secara bersamaan menghadapi tuduhan keterlibatan Tiongkok menggarisbawahi jalinan rumit hubungan internasional dan berbagai aliansi serta kepentingan yang berperan di kawasan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tragedi Berdarah di Bondi Beach: 16 Orang Tewas dalam Serangan Teror saat Perayaan Hanukkah

SYDNEY - Pantai Bondi yang terkenal di Sydney, Australia, berubah menjadi tempat kejadian tragis pada Sabtu sore (14/12/2025) ketika dua orang bersenjata membabi buta menembaki kerumunan yang sedang merayakan hari pertama Hanukkah. Serangan yang terjadi sekitar pukul 18.47 waktu setempat ini menewaskan 16 orang dan melukai 42 lainnya, menjadikannya salah satu serangan massal paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade terakhir. Detik-detik Mencekam di Archer Park Sekitar 1.000 orang telah berkumpul di Archer Park, area taman bermain di kompleks Bondi Beach, untuk menghadiri acara "Chanukah by the Sea" yang diselenggarakan oleh Chabad of Bondi. Suasana penuh suka cita tiba-tiba berubah menjadi horor ketika dua penembak mulai melepaskan tembakan ke arah kerumunan. Saksi mata menggambarkan kepanikan yang luar biasa. Danielle, seorang warga lokal yang enggan menyebutkan nama lengkapnya, berlari ke lokasi untuk mengambil putrinya yang sedang menghadiri pesta bar mit...

Tragedi Kebakaran Wang Fuk Court: 128 Tewas dalam Kebakaran Terparah Hong Kong Sejak 1948

Kebakaran yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po menjadi bencana hunian paling mematikan di Hong Kong dalam hampir 80 tahun terakhir. Investigasi mengungkap dugaan kelalaian fatal dan korupsi dalam proyek renovasi bernilai miliaran rupiah. HONG KONG - Asap hitam mengepul tinggi ke langit Hong Kong pada sore hari Rabu, 26 November 2025. Api berkobar dengan kecepatan mengerikan, menelan tujuh dari delapan menara hunian di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, New Territories. Dalam hitungan jam, apa yang dimulai sebagai kebakaran kecil di perancah bambu berubah menjadi malapetaka yang menewaskan setidaknya 128 orang dan melukai puluhan lainnya. Ini bukan sekadar tragedi. Ini adalah kisah tentang kelalaian sistemik, dugaan korupsi, dan harga yang dibayar oleh warga biasa—banyak di antaranya lansia dan pekerja migran—yang percaya bahwa rumah mereka aman. Kronologi Kematian: Dari Api Kecil Menjadi Inferno Pukul 14.51 waktu setempat, Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong me...

Gempa Dahsyat 7,5 M Guncang Jepang, Picu Tsunami dan 51 Korban Luka

TOKYO - Guncangan dahsyat kembali melanda Negeri Sakura. Gempa bumi berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang pantai timur laut Jepang pada Senin malam, 8 Desember 2025, memicu peringatan tsunami dan evakuasi massal sekitar 90.000 warga. Kejadian ini mengingatkan kembali trauma gempa dan tsunami dahsyat tahun 2011 yang meluluhlantakkan wilayah Tohoku. Pusat gempa berada sekitar 80 kilometer di lepas pantai Prefektur Aomori, wilayah paling utara Pulau Honshu, pada kedalaman 54 kilometer. Badan Meteorologi Jepang (JMA) awalnya melaporkan kekuatan gempa mencapai 7,6 magnitudo sebelum direvisi menjadi 7,5. Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mencatat magnitudo 7,3 dalam analisisnya. Gempa terjadi tepat pukul 23.15 waktu setempat atau 21.15 WIB. Guncangan keras terasa hingga Sapporo, ibu kota Hokkaido, di mana alarm ponsel berbunyi memekakkan telinga untuk memperingatkan warga. Seorang reporter NHK di Hokkaido menggambarkan guncangan horizontal berlangsun...