Langsung ke konten utama

Rudal Hipersonik Oreshnik Hantam Ukraina Lagi: Senjata Mach 10 yang Nyaris Mustahil Dicegat

Dalam eskalasi terbaru konflik Rusia-Ukraina, Moskow kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik tercanggihnya, Oreshnik, menghantam wilayah barat Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 8-9 Januari 2026. Serangan ini menandai penggunaan kedua senjata kontroversial tersebut sejak pertama kali dipakai pada November 2024 lalu. Serangan masif yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal berbagai jenis ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 25 lainnya di ibu kota Kyiv. Namun yang paling mengejutkan adalah penggunaan Oreshnik yang menargetkan infrastruktur kritis di wilayah Lviv, kota yang berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Polandia, anggota NATO. Serangan Balasan atau Pesan Politik? Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod pada Desember 2025. Namun klaim ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat dan Ukraina. Pejabat CIA bahkan menya...

Orang ke-5 Telah Dipastikan Sembuh Dari AIDS

Para peneliti mengumumkan bahwa seorang pria berusia 53 tahun di Jerman telah sembuh dari HIV. Disebut sebagai "pasien Dusseldorf" untuk melindungi privasinya, para peneliti mengatakan bahwa ini adalah kasus penyembuhan HIV kelima yang dikonfirmasi. Meskipun rincian pengobatannya yang sukses pertama kali diumumkan pada sebuah konferensi pada tahun 2019, para peneliti tidak dapat memastikan bahwa dia telah sembuh secara resmi pada saat itu. Hari ini, para peneliti mengumumkan bahwa pasien Dusseldorf masih tidak memiliki virus yang dapat dideteksi di dalam tubuhnya, bahkan setelah menghentikan pengobatan HIV-nya empat tahun lalu. "Ini benar-benar menyembuhkan, dan bukan hanya, Anda tahu, remisi jangka panjang," kata Dr. Bjorn-Erik Ole Jensen, yang mempresentasikan rincian kasus tersebut dalam publikasi baru di "Nature Medicine." "Sinyal yang jelas positif ini memberikan harapan, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," kata Jensen Bagi kebanyakan orang, HIV adalah infeksi seumur hidup, dan virus tidak pernah bisa sepenuhnya dihilangkan. Berkat pengobatan modern, orang dengan HIV dapat hidup lama dan sehat. Pasien Dusseldorf bergabung dengan sekelompok kecil orang yang telah disembuhkan dalam keadaan ekstrim setelah transplantasi sel punca (stem sel), biasanya hanya dilakukan pada pasien kanker yang tidak memiliki pilihan lain. Transplantasi sel punca adalah prosedur berisiko tinggi yang secara efektif menggantikan sistem kekebalan tubuh seseorang. Tujuan utamanya adalah untuk menyembuhkan kanker seseorang, tetapi prosedur ini juga menghasilkan penyembuhan HIV dalam beberapa kasus. HIV, atau human immunodeficiency virus, masuk dan menghancurkan sel-sel sistem kekebalan tubuh. Tanpa pengobatan, kerusakan yang berkelanjutan dapat menyebabkan AIDS, atau sindrom imunodefisiensi, di mana seseorang tidak dapat melawan infeksi kecil sekalipun. Dengan sekitar 38,4 juta orang di dunia yang hidup dengan HIV, pengobatan telah berjalan baik. Pengobatan modern dapat mencegah virus untuk berkembang terus, dan penelitian untuk mencegah infeksi HIV dengan vaksin juga sedang terus dikembangkan. Orang pertama yang sembuh dari HIV adalah Timothy Ray Brown. Peneliti menerbitkan kasusnya sebagai pasien Berlin pada 2009. Kemudian diikuti oleh pasien London yang diterbitkan pada 2019. Baru-baru ini, pasien The City of Hope dan New York diterbitkan pada 2022. “Saya pikir kita bisa mendapatkan banyak pengetahuan dari pasien ini dan dari kasus penyembuhan HIV serupa ini," kata Jensen. "Wawasan ini memberi kita beberapa petunjuk ke mana kita bisa pergi untuk membuat prosedur yang lebih aman." Keempat pasien ini telah menjalani transplantasi sel punca untuk pengobatan kanker darah mereka. Donor mereka juga memiliki mutasi kebal HIV yang menghapus protein yang disebut CCR5, yang biasanya digunakan HIV untuk masuk ke dalam sel. Hanya 1% dari total populasi membawa mutasi genetik yang membuat mereka kebal terhadap HIV. “Ketika Anda mendengar tentang penyembuhan HIV ini, pasti ini sangat luar biasa, mengingat betapa sulitnya hal itu. Tapi ini merupakan pengecualian," kata Dr. Todd Ellerin, direktur penyakit menular di South Shore Health. Transplantasi sel punca adalah prosedur rumit yang memiliki banyak risiko, dan terlalu berisiko untuk menawarkannya sebagai obat untuk semua orang dengan HIV. Namun, para ilmuwan berharap. Setiap kali mereka menyembuhkan pasien baru, mereka memperoleh wawasan penelitian berharga yang membantu mereka memahami apa yang diperlukan untuk menemukan obat bagi semua orang. “Ini jelas merupakan langkah maju dalam memajukan ilmu pengetahuan dan membuat kita memahami, dalam beberapa hal, apa yang diperlukan untuk menyembuhkan HIV,” kata Ellerin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tragedi Berdarah di Bondi Beach: 16 Orang Tewas dalam Serangan Teror saat Perayaan Hanukkah

SYDNEY - Pantai Bondi yang terkenal di Sydney, Australia, berubah menjadi tempat kejadian tragis pada Sabtu sore (14/12/2025) ketika dua orang bersenjata membabi buta menembaki kerumunan yang sedang merayakan hari pertama Hanukkah. Serangan yang terjadi sekitar pukul 18.47 waktu setempat ini menewaskan 16 orang dan melukai 42 lainnya, menjadikannya salah satu serangan massal paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade terakhir. Detik-detik Mencekam di Archer Park Sekitar 1.000 orang telah berkumpul di Archer Park, area taman bermain di kompleks Bondi Beach, untuk menghadiri acara "Chanukah by the Sea" yang diselenggarakan oleh Chabad of Bondi. Suasana penuh suka cita tiba-tiba berubah menjadi horor ketika dua penembak mulai melepaskan tembakan ke arah kerumunan. Saksi mata menggambarkan kepanikan yang luar biasa. Danielle, seorang warga lokal yang enggan menyebutkan nama lengkapnya, berlari ke lokasi untuk mengambil putrinya yang sedang menghadiri pesta bar mit...

Tragedi Kebakaran Wang Fuk Court: 128 Tewas dalam Kebakaran Terparah Hong Kong Sejak 1948

Kebakaran yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po menjadi bencana hunian paling mematikan di Hong Kong dalam hampir 80 tahun terakhir. Investigasi mengungkap dugaan kelalaian fatal dan korupsi dalam proyek renovasi bernilai miliaran rupiah. HONG KONG - Asap hitam mengepul tinggi ke langit Hong Kong pada sore hari Rabu, 26 November 2025. Api berkobar dengan kecepatan mengerikan, menelan tujuh dari delapan menara hunian di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, New Territories. Dalam hitungan jam, apa yang dimulai sebagai kebakaran kecil di perancah bambu berubah menjadi malapetaka yang menewaskan setidaknya 128 orang dan melukai puluhan lainnya. Ini bukan sekadar tragedi. Ini adalah kisah tentang kelalaian sistemik, dugaan korupsi, dan harga yang dibayar oleh warga biasa—banyak di antaranya lansia dan pekerja migran—yang percaya bahwa rumah mereka aman. Kronologi Kematian: Dari Api Kecil Menjadi Inferno Pukul 14.51 waktu setempat, Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong me...

Gempa Dahsyat 7,5 M Guncang Jepang, Picu Tsunami dan 51 Korban Luka

TOKYO - Guncangan dahsyat kembali melanda Negeri Sakura. Gempa bumi berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang pantai timur laut Jepang pada Senin malam, 8 Desember 2025, memicu peringatan tsunami dan evakuasi massal sekitar 90.000 warga. Kejadian ini mengingatkan kembali trauma gempa dan tsunami dahsyat tahun 2011 yang meluluhlantakkan wilayah Tohoku. Pusat gempa berada sekitar 80 kilometer di lepas pantai Prefektur Aomori, wilayah paling utara Pulau Honshu, pada kedalaman 54 kilometer. Badan Meteorologi Jepang (JMA) awalnya melaporkan kekuatan gempa mencapai 7,6 magnitudo sebelum direvisi menjadi 7,5. Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mencatat magnitudo 7,3 dalam analisisnya. Gempa terjadi tepat pukul 23.15 waktu setempat atau 21.15 WIB. Guncangan keras terasa hingga Sapporo, ibu kota Hokkaido, di mana alarm ponsel berbunyi memekakkan telinga untuk memperingatkan warga. Seorang reporter NHK di Hokkaido menggambarkan guncangan horizontal berlangsun...