Langsung ke konten utama

Rudal Hipersonik Oreshnik Hantam Ukraina Lagi: Senjata Mach 10 yang Nyaris Mustahil Dicegat

Dalam eskalasi terbaru konflik Rusia-Ukraina, Moskow kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik tercanggihnya, Oreshnik, menghantam wilayah barat Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 8-9 Januari 2026. Serangan ini menandai penggunaan kedua senjata kontroversial tersebut sejak pertama kali dipakai pada November 2024 lalu. Serangan masif yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal berbagai jenis ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 25 lainnya di ibu kota Kyiv. Namun yang paling mengejutkan adalah penggunaan Oreshnik yang menargetkan infrastruktur kritis di wilayah Lviv, kota yang berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Polandia, anggota NATO. Serangan Balasan atau Pesan Politik? Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod pada Desember 2025. Namun klaim ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat dan Ukraina. Pejabat CIA bahkan menya...

Badai Dahsyat Melanda Eropa Utara Puluhan Kereta Api dan Feri Dibatalkan

Badai dahsyat di atas Laut Utara menghantam Eropa utara dan menyebabkan puluhan kereta api dan feri dibatalkan pada Jumat di Denmark utara dan Norwegia selatan karena Institut Meteorologi Denmark memperkirakan adanya hembusan angin kencang. Badai, bernama Otto, bergerak ke timur melintasi Swedia dan Laut Baltik. Di Finlandia, pihak berwenang mengatakan mungkin ada pemadaman listrik selama akhir pekan. Ahli meteorologi Norwegia yang bertugas Håkon Mjelstad mengatakan kepada surat kabar Norwegia VG bahwa sistem tekanan rendah yang “cukup kuat” berada di balik badai tersebut. Feri di Norwegia selatan dibatalkan. Sekitar 5.000 penumpang harus menunggu hingga setidaknya Sabtu untuk naik feri antara Denmark utara dan Norwegia selatan. “Tentu Kita harus menghindari ini, tetapi Otto bukan tipe cuaca normal, jadi ini jarang terjadi,” Erik Brynhildsbakken, CEO perusahaan feri Norwegia Color Line, mengatakan kepada kantor berita Norwegia NTB. Cuaca badai datang pada akhir minggu liburan di Denmark. Operator terpaksa membatalkan kereta di sebagian besar negara dan pihak berwenang menyarankan agar tidak melintasi jembatan dengan kendaraan yang lebih ringan, termasuk bentang yang menghubungkan Kopenhagen ke kota Malmo di Swedia. Sekitar 280 penghuni tiga bangunan dari akhir 1950-an yang berada di atas bukit di Kopenhagen dievakuasi sebagai tindakan pencegahan. "Badai dapat mencapai kecepatan angin kritis untuk stabilitas bangunan, dan oleh karena itu penghuninya, tentu saja, harus keluar," kata Sanne Kjaer dari perusahaan perumahan nirlaba KAB. KAB memiliki gedung-gedung tinggi. Hembusan angin kencang diukur pada hari Jumat di Thorsminde, sebuah kota nelayan di pantai Laut Utara Denmark. Ada laporan tersebar di Denmark barat tentang pohon yang tumbang oleh angin dan benda-benda beterbangan. Di Swedia selatan, beberapa jalur kereta ditutup sementara dengan Administrasi Transportasi Swedia mengatakan bahwa "ada risiko pohon tumbang dan benda lepas lainnya tertiup di atas jalur kontak dan rel." Jalur feri ke Jerman utara juga dihentikan karena badai melewati pantai utara Laut Baltik Jerman. Badai Otto juga menyebabkan gangguan di Skotlandia, yang menghasilkan hembusan angin hingga 80 mil per jam (130 kpj), dan di Inggris bagian utara. Beberapa penerbangan dan kereta dibatalkan. Puluhan ribu rumah di timur laut Inggris kehilangan aliran listrik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tragedi Berdarah di Bondi Beach: 16 Orang Tewas dalam Serangan Teror saat Perayaan Hanukkah

SYDNEY - Pantai Bondi yang terkenal di Sydney, Australia, berubah menjadi tempat kejadian tragis pada Sabtu sore (14/12/2025) ketika dua orang bersenjata membabi buta menembaki kerumunan yang sedang merayakan hari pertama Hanukkah. Serangan yang terjadi sekitar pukul 18.47 waktu setempat ini menewaskan 16 orang dan melukai 42 lainnya, menjadikannya salah satu serangan massal paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade terakhir. Detik-detik Mencekam di Archer Park Sekitar 1.000 orang telah berkumpul di Archer Park, area taman bermain di kompleks Bondi Beach, untuk menghadiri acara "Chanukah by the Sea" yang diselenggarakan oleh Chabad of Bondi. Suasana penuh suka cita tiba-tiba berubah menjadi horor ketika dua penembak mulai melepaskan tembakan ke arah kerumunan. Saksi mata menggambarkan kepanikan yang luar biasa. Danielle, seorang warga lokal yang enggan menyebutkan nama lengkapnya, berlari ke lokasi untuk mengambil putrinya yang sedang menghadiri pesta bar mit...

Tragedi Kebakaran Wang Fuk Court: 128 Tewas dalam Kebakaran Terparah Hong Kong Sejak 1948

Kebakaran yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po menjadi bencana hunian paling mematikan di Hong Kong dalam hampir 80 tahun terakhir. Investigasi mengungkap dugaan kelalaian fatal dan korupsi dalam proyek renovasi bernilai miliaran rupiah. HONG KONG - Asap hitam mengepul tinggi ke langit Hong Kong pada sore hari Rabu, 26 November 2025. Api berkobar dengan kecepatan mengerikan, menelan tujuh dari delapan menara hunian di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, New Territories. Dalam hitungan jam, apa yang dimulai sebagai kebakaran kecil di perancah bambu berubah menjadi malapetaka yang menewaskan setidaknya 128 orang dan melukai puluhan lainnya. Ini bukan sekadar tragedi. Ini adalah kisah tentang kelalaian sistemik, dugaan korupsi, dan harga yang dibayar oleh warga biasa—banyak di antaranya lansia dan pekerja migran—yang percaya bahwa rumah mereka aman. Kronologi Kematian: Dari Api Kecil Menjadi Inferno Pukul 14.51 waktu setempat, Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong me...

Gempa Dahsyat 7,5 M Guncang Jepang, Picu Tsunami dan 51 Korban Luka

TOKYO - Guncangan dahsyat kembali melanda Negeri Sakura. Gempa bumi berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang pantai timur laut Jepang pada Senin malam, 8 Desember 2025, memicu peringatan tsunami dan evakuasi massal sekitar 90.000 warga. Kejadian ini mengingatkan kembali trauma gempa dan tsunami dahsyat tahun 2011 yang meluluhlantakkan wilayah Tohoku. Pusat gempa berada sekitar 80 kilometer di lepas pantai Prefektur Aomori, wilayah paling utara Pulau Honshu, pada kedalaman 54 kilometer. Badan Meteorologi Jepang (JMA) awalnya melaporkan kekuatan gempa mencapai 7,6 magnitudo sebelum direvisi menjadi 7,5. Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mencatat magnitudo 7,3 dalam analisisnya. Gempa terjadi tepat pukul 23.15 waktu setempat atau 21.15 WIB. Guncangan keras terasa hingga Sapporo, ibu kota Hokkaido, di mana alarm ponsel berbunyi memekakkan telinga untuk memperingatkan warga. Seorang reporter NHK di Hokkaido menggambarkan guncangan horizontal berlangsun...