Langsung ke konten utama

Rudal Hipersonik Oreshnik Hantam Ukraina Lagi: Senjata Mach 10 yang Nyaris Mustahil Dicegat

Dalam eskalasi terbaru konflik Rusia-Ukraina, Moskow kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik tercanggihnya, Oreshnik, menghantam wilayah barat Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 8-9 Januari 2026. Serangan ini menandai penggunaan kedua senjata kontroversial tersebut sejak pertama kali dipakai pada November 2024 lalu. Serangan masif yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal berbagai jenis ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 25 lainnya di ibu kota Kyiv. Namun yang paling mengejutkan adalah penggunaan Oreshnik yang menargetkan infrastruktur kritis di wilayah Lviv, kota yang berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Polandia, anggota NATO. Serangan Balasan atau Pesan Politik? Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod pada Desember 2025. Namun klaim ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat dan Ukraina. Pejabat CIA bahkan menya...

Gempa Besar Guncang Myanmar, Getarannya Terasa Hingga Thailand dan Tiongkok


Dua gempa besar telah mengguncang Myanmar tengah pada hari ini. Gempa pertama dengan kekuatan 7,7 magnitudo terjadi pada pukul 06:20 GMT, diikuti oleh gempa susulan berkekuatan 6,4 magnitudo sekitar 10 menit kemudian. Kedua gempa tersebut terjadi di dekat Mandalay, dengan getaran yang dirasakan hingga jarak lebih dari 1.600 kilometer jauhnya di Thailand dan Tiongkok.

Pusat Gempa dan Dampaknya

Menurut US Geological Survey, pusat gempa berada di dekat kota Sagaing, sekitar 100 kilometer di utara ibu kota Myanmar, Naypyidaw. Gempa ini tergolong dangkal, dengan kedalaman hanya sekitar 10 kilometer, yang meningkatkan potensi kerusakan yang ditimbulkan.

Di Myanmar, kerusakan signifikan telah dilaporkan, termasuk jalan-jalan yang retak dan sebuah jembatan besar yang runtuh ke Sungai Irrawaddy di dekat Mandalay. Wartawan AFP yang berada di Naypyidaw melaporkan jalan-jalan yang rusak akibat kekuatan gempa dan bagian-bagian langit-langit bangunan yang berjatuhan.

Dampak di Bangkok, Thailand

Getaran gempa dirasakan dengan kuat di Bangkok, Thailand, yang berjarak ratusan kilometer dari pusat gempa. Penduduk ibu kota Thailand itu dilaporkan berkumpul di jalanan setelah merasakan guncangan yang membuat pusing.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan gedung-gedung pencakar langit yang bergoyang, termasuk satu gedung dengan kolam renang di bagian atasnya yang airnya tumpah seperti air terjun akibat getaran kuat.

Tragisnya, kantor berita AFP dan Reuters melaporkan bahwa setidaknya 43 pekerja terperangkap dalam sebuah gedung pencakar langit yang runtuh di Bangkok. Gedung tersebut diperkirakan adalah bangunan 30 lantai yang masih dalam tahap konstruksi.

Tindakan Darurat

Pemerintah Thailand telah mengadakan pertemuan darurat untuk menentukan langkah-langkah penanganan bencana ini. Sementara itu, tim BBC yang berbasis di Bangkok melaporkan bahwa mereka merasakan guncangan yang membuat pusing ketika gedung-gedung bergoyang.

Di Myanmar, operasi penyelamatan dan bantuan darurat kemungkinan besar sedang dikerahkan ke daerah-daerah terdampak, terutama di sekitar pusat gempa.

Potensi Korban dan Kerusakan Lebih Lanjut

Saat ini, informasi mengenai jumlah korban jiwa masih belum jelas. Namun, mengingat kekuatan gempa yang besar dan kedalaman yang dangkal, terdapat kekhawatiran bahwa korban jiwa dan kerusakan yang lebih parah akan dilaporkan seiring berjalannya waktu.

Situasi ini diperburuk oleh fakta bahwa banyak gedung di Bangkok adalah struktur pencakar langit tinggi, sementara bangunan yang masih dalam konstruksi mungkin tidak memiliki perlindungan gempa yang memadai.

Perkembangan Terkini

Tim penyelamat sedang bekerja keras untuk menyelamatkan para pekerja yang terperangkap di gedung yang runtuh di Bangkok. Sementara itu, informasi dari Myanmar masih terbatas karena kesulitan komunikasi dari daerah yang terdampak.

Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo tergolong sebagai gempa besar yang dapat menyebabkan kerusakan parah di daerah terpapar. Ditambah dengan gempa susulan, potensi dampak dari bencana ini masih terus berkembang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tragedi Berdarah di Bondi Beach: 16 Orang Tewas dalam Serangan Teror saat Perayaan Hanukkah

SYDNEY - Pantai Bondi yang terkenal di Sydney, Australia, berubah menjadi tempat kejadian tragis pada Sabtu sore (14/12/2025) ketika dua orang bersenjata membabi buta menembaki kerumunan yang sedang merayakan hari pertama Hanukkah. Serangan yang terjadi sekitar pukul 18.47 waktu setempat ini menewaskan 16 orang dan melukai 42 lainnya, menjadikannya salah satu serangan massal paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade terakhir. Detik-detik Mencekam di Archer Park Sekitar 1.000 orang telah berkumpul di Archer Park, area taman bermain di kompleks Bondi Beach, untuk menghadiri acara "Chanukah by the Sea" yang diselenggarakan oleh Chabad of Bondi. Suasana penuh suka cita tiba-tiba berubah menjadi horor ketika dua penembak mulai melepaskan tembakan ke arah kerumunan. Saksi mata menggambarkan kepanikan yang luar biasa. Danielle, seorang warga lokal yang enggan menyebutkan nama lengkapnya, berlari ke lokasi untuk mengambil putrinya yang sedang menghadiri pesta bar mit...

Tragedi Kebakaran Wang Fuk Court: 128 Tewas dalam Kebakaran Terparah Hong Kong Sejak 1948

Kebakaran yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po menjadi bencana hunian paling mematikan di Hong Kong dalam hampir 80 tahun terakhir. Investigasi mengungkap dugaan kelalaian fatal dan korupsi dalam proyek renovasi bernilai miliaran rupiah. HONG KONG - Asap hitam mengepul tinggi ke langit Hong Kong pada sore hari Rabu, 26 November 2025. Api berkobar dengan kecepatan mengerikan, menelan tujuh dari delapan menara hunian di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, New Territories. Dalam hitungan jam, apa yang dimulai sebagai kebakaran kecil di perancah bambu berubah menjadi malapetaka yang menewaskan setidaknya 128 orang dan melukai puluhan lainnya. Ini bukan sekadar tragedi. Ini adalah kisah tentang kelalaian sistemik, dugaan korupsi, dan harga yang dibayar oleh warga biasa—banyak di antaranya lansia dan pekerja migran—yang percaya bahwa rumah mereka aman. Kronologi Kematian: Dari Api Kecil Menjadi Inferno Pukul 14.51 waktu setempat, Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong me...

Gempa Dahsyat 7,5 M Guncang Jepang, Picu Tsunami dan 51 Korban Luka

TOKYO - Guncangan dahsyat kembali melanda Negeri Sakura. Gempa bumi berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang pantai timur laut Jepang pada Senin malam, 8 Desember 2025, memicu peringatan tsunami dan evakuasi massal sekitar 90.000 warga. Kejadian ini mengingatkan kembali trauma gempa dan tsunami dahsyat tahun 2011 yang meluluhlantakkan wilayah Tohoku. Pusat gempa berada sekitar 80 kilometer di lepas pantai Prefektur Aomori, wilayah paling utara Pulau Honshu, pada kedalaman 54 kilometer. Badan Meteorologi Jepang (JMA) awalnya melaporkan kekuatan gempa mencapai 7,6 magnitudo sebelum direvisi menjadi 7,5. Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mencatat magnitudo 7,3 dalam analisisnya. Gempa terjadi tepat pukul 23.15 waktu setempat atau 21.15 WIB. Guncangan keras terasa hingga Sapporo, ibu kota Hokkaido, di mana alarm ponsel berbunyi memekakkan telinga untuk memperingatkan warga. Seorang reporter NHK di Hokkaido menggambarkan guncangan horizontal berlangsun...