Langsung ke konten utama

Rudal Hipersonik Oreshnik Hantam Ukraina Lagi: Senjata Mach 10 yang Nyaris Mustahil Dicegat

Dalam eskalasi terbaru konflik Rusia-Ukraina, Moskow kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik tercanggihnya, Oreshnik, menghantam wilayah barat Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 8-9 Januari 2026. Serangan ini menandai penggunaan kedua senjata kontroversial tersebut sejak pertama kali dipakai pada November 2024 lalu. Serangan masif yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal berbagai jenis ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 25 lainnya di ibu kota Kyiv. Namun yang paling mengejutkan adalah penggunaan Oreshnik yang menargetkan infrastruktur kritis di wilayah Lviv, kota yang berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Polandia, anggota NATO. Serangan Balasan atau Pesan Politik? Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod pada Desember 2025. Namun klaim ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat dan Ukraina. Pejabat CIA bahkan menya...

Waspada Mpox 2025: Varian Baru Lebih Berbahaya, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Penyakit mpox atau yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet kembali menjadi perhatian serius di Indonesia dan dunia. Meski pandemi COVID-19 telah mereda, ancaman penyakit menular lainnya tidak bisa diabaikan. Dengan mobilitas manusia yang tinggi dan perubahan pola penularan virus, mpox masih memerlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh masyarakat.

Situasi Terkini Mpox di Indonesia

Sejak pertama kali dilaporkan pada 20 Agustus 2022, Indonesia telah mencatat sebanyak 88 kasus konfirmasi mpox yang tersebar di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Kepulauan Riau. Kabar baiknya, hingga saat ini seluruh kasus konfirmasi sudah dinyatakan sembuh.

Data hingga minggu ketiga Tahun 2025 menunjukkan 188 kasus dengan 3 kematian, dengan kasus terbanyak terdapat di Jawa Barat. Namun angka ini berbeda dengan data resmi Kementerian Kesehatan yang mencatat 88 kasus konfirmasi, menunjukkan perlunya ketelitian dalam pelaporan dan pemantauan kasus.

Yang mengkhawatirkan, kasus mpox clade 1b sejak tahun 2024 hingga Februari 2025 telah dilaporkan pada 23 negara di dunia dengan sebaran terbanyak di RD Kongo, Burundi, dan Uganda. Varian ini diketahui lebih berbahaya dibandingkan clade IIb yang sempat mewabah pada 2022.

Mengenal Mpox: Dari Virus Hingga Gejalanya

Mpox adalah penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh monkeypox virus (MPXV), anggota keluarga Orthopoxvirus yang sama dengan virus cacar. Virus ini pertama kali ditemukan pada 1958 di monyet laboratorium, namun penelitian menunjukkan bahwa hewan pengerat seperti tupai tali Afrika, tikus raksasa, dan berbagai spesies hewan pengerat lainnya merupakan reservoir alami utama virus ini.

Masa inkubasi mpox—waktu antara paparan virus hingga munculnya gejala—berkisar antara 3 hingga 21 hari, dengan rata-rata 7-10 hari. Selama periode ini, seseorang belum menularkan virus. Namun begitu gejala muncul, penderita menjadi menular dan tetap demikian hingga semua koreng terkelupas dan lapisan kulit baru terbentuk di bawahnya. Masa sakit biasanya berlangsung 2-4 minggu.

Gejala mpox yang biasanya timbul adalah ruam, demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, lemah, letih, lesu, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Yang menjadi ciri khas mpox adalah pembengkakan kelenjar getah bening—fitur yang membedakannya dari cacar air biasa.

Ruam biasanya dimulai dalam satu sampai tiga hari sejak demam, berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras atau keropeng dan rontok. Jumlah lesi bisa bervariasi, dari hanya beberapa hingga ratusan. Ruam dapat muncul di wajah, telapak tangan, kaki, mulut, alat kelamin, dan bahkan mata.

Cara Penularan yang Perlu Diwaspadai

Penularan mpox terjadi melalui berbagai cara yang perlu dipahami masyarakat. Pertama, melalui kontak orang-ke-orang yang meliputi kontak kulit-ke-kulit seperti sentuhan atau aktivitas seksual, kontak mulut-ke-mulut atau mulut-ke-kulit seperti ciuman, dan paparan wajah-ke-wajah dengan partikel pernapasan.

Wabah 2022 menyoroti penularan seksual sebagai mode penyebaran utama, terutama mempengaruhi kelompok laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Berdasarkan laporan WHO per 30 Juni 2024, sekitar 85,8% kasus terjadi pada kelompok laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki, dan sekitar 83,8% kasus tertular melalui hubungan seksual.

Kedua, melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi seperti pakaian, seprai, handuk, atau jarum. Fasilitas kesehatan dan salon tato telah diidentifikasi sebagai lokasi potensial penularan.

Ketiga, penularan dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan, cakaran, atau selama aktivitas seperti berburu, menguliti, menjebak, atau menangani hewan yang terinfeksi. Keempat, virus dapat menular dari ibu ke janin selama kehamilan atau ke bayi baru lahir selama dan setelah kelahiran, berpotensi menyebabkan keguguran, lahir mati, kelahiran prematur, atau infeksi neonatal.

Kelompok Berisiko Tinggi

Meskipun kebanyakan orang mengalami sakit ringan hingga sedang dan pulih tanpa pengobatan khusus, beberapa kelompok berisiko tinggi mengalami penyakit berat dan komplikasi. Kelompok ini termasuk anak-anak terutama di bawah 8 tahun, ibu hamil, orang dengan sistem kekebalan lemah termasuk penderita HIV dengan CD4 di bawah 200 sel/mm³, individu dengan riwayat dermatitis atopik atau eksim, serta orang dengan kondisi atau pengobatan yang menekan sistem kekebalan.

Komplikasi yang dapat terjadi meliputi infeksi bakteri sekunder pada lesi kulit yang menyebabkan abses atau kerusakan kulit serius, pneumonia, infeksi kornea dengan potensi kehilangan penglihatan, dehidrasi dan malnutrisi dari muntah, diare, atau luka mulut yang nyeri, sepsis, ensefalitis, miokarditis, proktitis, uretritis dan kesulitan buang air kecil, hingga kematian meskipun jarang terjadi.

Diagnosis dan Pengobatan

Mpox didiagnosis menggunakan tes polymerase chain reaction (PCR) real-time yang mendeteksi DNA orthopoxvirus, termasuk virus monkeypox. Tes tersedia melalui departemen kesehatan lokal, negara bagian, teritorial, atau suku serta banyak laboratorium komersial besar. Hasil biasanya tersedia dalam 2-4 hari. Dokter biasanya mengambil dua swab dari setiap lesi untuk pengujian.

Untuk pengobatan, sebagian besar penderita mpox pulih dengan perawatan suportif termasuk kontrol nyeri, hidrasi, dan manajemen gejala. Namun, tiga antiviral telah digunakan untuk pengobatan mpox, meskipun bukti efektivitasnya pada manusia masih terbatas.

Tecovirimat (TPOXX) adalah terapi utama yang dipertimbangkan untuk pasien mpox yang memerlukan lebih dari sekadar perawatan suportif. Obat ini menghambat pembentukan virus eksternal yang diperlukan untuk penularan sel-ke-sel. Namun, uji klinis terbaru menunjukkan bahwa meskipun tecovirimat aman, obat ini tidak secara signifikan mengurangi waktu penyembuhan lesi dibandingkan plasebo.

Brincidofovir (Tembexa) adalah obat yang disetujui FDA untuk cacar yang menghambat replikasi DNA. Obat ini tersedia dari Strategic National Stockpile untuk kasus mpox berat melalui otorisasi penggunaan darurat. Cidofovir adalah antiviral yang tersedia secara komersial dengan mekanisme aksi yang sama dengan brincidofovir.

Perawatan ini biasanya dipertimbangkan untuk individu dengan sistem kekebalan sangat lemah, orang dengan manifestasi berkepanjangan atau mengancam jiwa, mereka dengan infeksi mata, pasien yang menunjukkan perkembangan penyakit meskipun telah diobati, serta individu hamil dan baru melahirkan yang memerlukan perawatan medis.

Vaksin: Perlindungan Terbaik

Dua vaksin tersedia untuk pencegahan mpox. JYNNEOS (juga dikenal sebagai Imvamune atau Imvanex) adalah vaksin utama yang digunakan di Amerika Serikat dan Eropa. Ini adalah vaksin virus vaccinia Ankara (MVA-BN) yang dimodifikasi, hidup, non-replikasi. Vaksin ini disetujui FDA untuk pencegahan cacar dan mpox pada orang dewasa 18 tahun ke atas yang berisiko tinggi.

Vaksin diberikan sebagai seri dua dosis dengan jarak 28 hari (4 minggu). Dapat diberikan secara subkutan (0,5 mL) atau intradermal (0,1 mL) di bawah otorisasi penggunaan darurat. Data historis menunjukkan vaksinasi cacar sekitar 85% efektif melawan mpox. Yang penting, vaksin ini aman untuk individu dengan sistem kekebalan lemah, termasuk mereka dengan HIV.

ACAM2000 adalah vaksin cacar yang disetujui FDA dengan lebih banyak efek samping dan kontraindikasi yang diketahui. Ini adalah vaksin virus vaccinia hidup, replikasi-kompeten dengan persediaan besar tersedia tetapi belum banyak digunakan selama wabah mpox baru-baru ini.

Vaksinasi mpox saat ini masih menjadi pelengkap dalam penanggulangan lainnya seperti karantina dan isolasi, dan diprioritaskan pada petugas kesehatan dan populasi kunci. Sayangnya, ketersediaannya masih terbatas di dunia termasuk Indonesia.

Rekomendasi vaksinasi meliputi vaksinasi pra-paparan untuk orang berisiko tinggi termasuk mereka dengan banyak pasangan seksual, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki di area dengan penularan berkelanjutan, dan personel laboratorium yang menangani virus mpox. Profilaksis pasca-paparan idealnya diberikan dalam 4 hari setelah paparan (hingga 14 hari mungkin masih memberikan manfaat). Kedua dosis memberikan perlindungan terbaik, dan orang yang telah pulih dari mpox tidak memerlukan vaksinasi.

Strategi Pencegahan untuk Masyarakat

Penilaian risiko penyebaran mpox di Indonesia yaitu kemungkinan pertambahan kasus mpox clade II di komunitas HIV dan LSL dalam enam bulan ke depan adalah besar, sedangkan di komunitas umum dinilai kecil.

Untuk mengurangi risiko infeksi mpox, masyarakat perlu menghindari kontak dekat dengan orang yang terinfeksi. Jangan menyentuh ruam, koreng, atau cairan tubuh seseorang dengan mpox. Hindari berciuman, berpelukan, atau kontak seksual dengan orang yang terinfeksi. Jangan berbagi peralatan makan, piring, seprai, handuk, atau pakaian.

Selama aktivitas seksual atau pertemuan sosial, pertimbangkan untuk sementara mengubah aktivitas yang melibatkan kontak personal dekat jika berisiko. Hindari ruam yang terlihat pada orang lain. Minimalkan kontak kulit-ke-kulit di acara dengan pakaian minimal. Gunakan kondom, meskipun ini mungkin tidak mencegah semua paparan karena ruam dapat terjadi di bagian tubuh lain.

Di daerah endemik, hindari kontak dengan hewan liar yang mungkin membawa virus, terutama hewan pengerat dan primata. Jangan menangani atau mengonsumsi daging hewan liar (bushmeat). Praktikkan penanganan makanan yang aman.

Kenakan masker yang pas saat berkontak dekat dengan orang yang terinfeksi. Praktikkan kebersihan tangan yang baik. Bersihkan dan disinfeksi permukaan yang terkontaminasi dengan disinfektan terdaftar EPA. Di fasilitas kesehatan, personel kesehatan harus menggunakan alat pelindung diri (APD) yang tepat saat merawat pasien mpox yang dicurigai atau dikonfirmasi.

Situasi Global yang Mengkhawatirkan

Benua Afrika terus menghadapi beban mpox paling signifikan. Dari Januari 2024 hingga Mei 2025, Afrika melaporkan lebih dari 24.000 kasus terkonfirmasi dan sekitar 1.788 kematian. Republik Demokratik Kongo tetap menjadi episentrum dengan lebih dari 12.000 kasus dilaporkan di awal 2025. Sierra Leone melaporkan 4.294 kasus dengan tren menurun. Uganda melaporkan 5.636 kasus dengan 31 kematian. Burundi melaporkan 1.079 kasus tanpa kematian.

Antara Januari 2024 dan September 2024, lebih dari 29.000 kasus dilaporkan dengan lebih dari 800 kematian (sekitar 3% tingkat fatalitas kasus). 18 negara Afrika melaporkan penularan aktif berkelanjutan. Lebih dari 21.000 kasus terkonfirmasi terjadi hanya dalam beberapa bulan pertama 2025. Varian baru clade Ia dengan mutasi APOBEC3 telah muncul, menimbulkan kekhawatiran tentang peningkatan penularan.

Secara global, pada Mei 2025, 49 negara di semua wilayah WHO melaporkan 6.823 kasus terkonfirmasi dan 16 kematian (rasio fatalitas kasus 0,2%) hanya dalam bulan itu. Antara Januari dan Mei 2025, 75 negara melaporkan 24.672 kasus terkonfirmasi dan 82 kematian.

Wabah global 2022-2023 dari clade IIb menghasilkan 97.281 kasus terkonfirmasi di 118 negara dengan 203 kematian. Kasus telah menurun secara signifikan sejak puncaknya di pertengahan 2022 tetapi terus terdeteksi di seluruh dunia pada tingkat yang relatif rendah.

Pada 14 Agustus 2024, Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan epidemi mpox sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional karena lonjakan kasus, terutama varian clade I. Hingga Juni 2025, status darurat ini terus berlanjut.

Pesan untuk Masyarakat Indonesia

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menghimbau kepada warga yang pulang dari perjalanan ke negara endemis atau berinteraksi dengan komunitas berisiko dan merasakan gejala klinis seperti mpox untuk segera ke Puskesmas sesuai tempat tinggalnya.

Mpox adalah penyakit yang dapat dicegah dan sebagian besar kasus bersifat ringan dan sembuh sendiri. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat mobilitas tinggi dan adanya perubahan pola penularan. Dengan memahami cara penularan, mengenali gejala, dan menerapkan langkah-langkah pencegahan, kita dapat melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

Jika Anda mengalami gejala seperti ruam yang mencurigakan, demam, atau pembengkakan kelenjar getah bening—terutama jika memiliki riwayat perjalanan ke area endemik atau kontak dengan orang yang berisiko—segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Deteksi dini dan isolasi adalah kunci untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita jaga diri, keluarga, dan masyarakat dari ancaman mpox dengan tetap waspada dan mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tragedi Berdarah di Bondi Beach: 16 Orang Tewas dalam Serangan Teror saat Perayaan Hanukkah

SYDNEY - Pantai Bondi yang terkenal di Sydney, Australia, berubah menjadi tempat kejadian tragis pada Sabtu sore (14/12/2025) ketika dua orang bersenjata membabi buta menembaki kerumunan yang sedang merayakan hari pertama Hanukkah. Serangan yang terjadi sekitar pukul 18.47 waktu setempat ini menewaskan 16 orang dan melukai 42 lainnya, menjadikannya salah satu serangan massal paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade terakhir. Detik-detik Mencekam di Archer Park Sekitar 1.000 orang telah berkumpul di Archer Park, area taman bermain di kompleks Bondi Beach, untuk menghadiri acara "Chanukah by the Sea" yang diselenggarakan oleh Chabad of Bondi. Suasana penuh suka cita tiba-tiba berubah menjadi horor ketika dua penembak mulai melepaskan tembakan ke arah kerumunan. Saksi mata menggambarkan kepanikan yang luar biasa. Danielle, seorang warga lokal yang enggan menyebutkan nama lengkapnya, berlari ke lokasi untuk mengambil putrinya yang sedang menghadiri pesta bar mit...

Tragedi Kebakaran Wang Fuk Court: 128 Tewas dalam Kebakaran Terparah Hong Kong Sejak 1948

Kebakaran yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po menjadi bencana hunian paling mematikan di Hong Kong dalam hampir 80 tahun terakhir. Investigasi mengungkap dugaan kelalaian fatal dan korupsi dalam proyek renovasi bernilai miliaran rupiah. HONG KONG - Asap hitam mengepul tinggi ke langit Hong Kong pada sore hari Rabu, 26 November 2025. Api berkobar dengan kecepatan mengerikan, menelan tujuh dari delapan menara hunian di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, New Territories. Dalam hitungan jam, apa yang dimulai sebagai kebakaran kecil di perancah bambu berubah menjadi malapetaka yang menewaskan setidaknya 128 orang dan melukai puluhan lainnya. Ini bukan sekadar tragedi. Ini adalah kisah tentang kelalaian sistemik, dugaan korupsi, dan harga yang dibayar oleh warga biasa—banyak di antaranya lansia dan pekerja migran—yang percaya bahwa rumah mereka aman. Kronologi Kematian: Dari Api Kecil Menjadi Inferno Pukul 14.51 waktu setempat, Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong me...

Gempa Dahsyat 7,5 M Guncang Jepang, Picu Tsunami dan 51 Korban Luka

TOKYO - Guncangan dahsyat kembali melanda Negeri Sakura. Gempa bumi berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang pantai timur laut Jepang pada Senin malam, 8 Desember 2025, memicu peringatan tsunami dan evakuasi massal sekitar 90.000 warga. Kejadian ini mengingatkan kembali trauma gempa dan tsunami dahsyat tahun 2011 yang meluluhlantakkan wilayah Tohoku. Pusat gempa berada sekitar 80 kilometer di lepas pantai Prefektur Aomori, wilayah paling utara Pulau Honshu, pada kedalaman 54 kilometer. Badan Meteorologi Jepang (JMA) awalnya melaporkan kekuatan gempa mencapai 7,6 magnitudo sebelum direvisi menjadi 7,5. Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mencatat magnitudo 7,3 dalam analisisnya. Gempa terjadi tepat pukul 23.15 waktu setempat atau 21.15 WIB. Guncangan keras terasa hingga Sapporo, ibu kota Hokkaido, di mana alarm ponsel berbunyi memekakkan telinga untuk memperingatkan warga. Seorang reporter NHK di Hokkaido menggambarkan guncangan horizontal berlangsun...