Kebakaran yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po menjadi bencana hunian paling mematikan di Hong Kong dalam hampir 80 tahun terakhir. Investigasi mengungkap dugaan kelalaian fatal dan korupsi dalam proyek renovasi bernilai miliaran rupiah. HONG KONG - Asap hitam mengepul tinggi ke langit Hong Kong pada sore hari Rabu, 26 November 2025. Api berkobar dengan kecepatan mengerikan, menelan tujuh dari delapan menara hunian di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, New Territories. Dalam hitungan jam, apa yang dimulai sebagai kebakaran kecil di perancah bambu berubah menjadi malapetaka yang menewaskan setidaknya 128 orang dan melukai puluhan lainnya. Ini bukan sekadar tragedi. Ini adalah kisah tentang kelalaian sistemik, dugaan korupsi, dan harga yang dibayar oleh warga biasa—banyak di antaranya lansia dan pekerja migran—yang percaya bahwa rumah mereka aman. Kronologi Kematian: Dari Api Kecil Menjadi Inferno Pukul 14.51 waktu setempat, Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong me...
“Amoeba Pemakan Otak” di Danau Carolina Selatan Mengguncang Orang Tua: Apa Artinya bagi Kita di Indonesia?
Sekilas tragedi di Amerika yang memantik pertanyaan seberapa amankah sungai, danau, atau kolam air panas tempat kita bermain setiap akhir pekan. Ketika Liburan Berujung Kehilangan Awal musim panas di South Carolina biasanya identik dengan barbekyu, jet-ski, dan tawa anak-anak. Namun keluarga Finley justru pulang membawa duka. Putra mereka—anak laki-laki berusia 10 tahun—mengalami sakit kepala hebat, demam, lalu koma hanya dalam hitungan hari setelah berenang di danau favoritnya. Rumah sakit mendiagnosisnya terserang Primary Amoebic Meningoencephalitis (PAM), infeksi otak langka yang disebabkan oleh Naegleria fowleri , organisme mikroskopis yang oleh media dijuluki “amoeba pemakan otak”. Tingkat fatalitas? Lebih dari 97 % menurut Centers for Disease Control and Prevention . Para orang tua itu kini menuntut papan peringatan yang lebih jelas di setiap lokasi wisata air. Tangisan mereka menggaung hingga media nasional—dan menyeberangi samudera, memasuki li...