Langsung ke konten utama

Rudal Hipersonik Oreshnik Hantam Ukraina Lagi: Senjata Mach 10 yang Nyaris Mustahil Dicegat

Dalam eskalasi terbaru konflik Rusia-Ukraina, Moskow kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik tercanggihnya, Oreshnik, menghantam wilayah barat Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 8-9 Januari 2026. Serangan ini menandai penggunaan kedua senjata kontroversial tersebut sejak pertama kali dipakai pada November 2024 lalu. Serangan masif yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal berbagai jenis ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 25 lainnya di ibu kota Kyiv. Namun yang paling mengejutkan adalah penggunaan Oreshnik yang menargetkan infrastruktur kritis di wilayah Lviv, kota yang berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Polandia, anggota NATO. Serangan Balasan atau Pesan Politik? Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod pada Desember 2025. Namun klaim ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat dan Ukraina. Pejabat CIA bahkan menya...

Konflik India dan Pakistan 2025: Terorisme, Serangan Militer, dan Reaksi Global

Tahun 2025 dimulai dengan ketegangan tinggi antara India dan Pakistan. Semua bermula dari serangan teroris brutal 22 April 2025 di Lembah Baisaran (dekat Pahalgam, Kashmir yang dikuasai India). Lima militan bersenjata M4 dan AK-47 membantai 26 warga sipil—termasuk 25 wisatawan Hindu, 1 wisatawan Kristen, dan 1 penduduk lokal Muslim—paling tragis sejak peristiwa Mumbai 2008en.wikipedia.org. Pelaku menanyakan agama korban (“apakah kamu Muslim?”) sebelum menembak mati, bahkan meminta beberapa korban mengucap kalimat syahadat untuk menandai non-Muslimen.wikipedia.org. Kelompok “The Resistance Front” (TRF), anak organisasi Lashkar-e-Taiba (LeT) yang berbasis di Pakistan, sempat mengaku bertanggung jawab karena ingin menentang pencabutan status khusus Kashmir 2019, sebelum akhirnya menarik klaimnya beberapa hari kemudianen.wikipedia.org. Hasil investigasi India menunjukkan bahwa serangan tersebut dirancang dalam jaringan LeT di Pakistan dan dipimpin oleh pejabat intelijen Pakistan (ISI)ndtv.comndtv.com. Dua tersangka utama (Hashmi Musa dan Ali Bhai) ternyata berkewarganegaraan Pakistan dan berkomunikasi dengan handler milik mereka di sanandtv.com. Dengan situasi ini, India langsung menuding Pakistan mendukung aksi teror lintas-batas, sehingga konflik lama Kashmir kembali menyala.

Eskalasi Diplomatik dan Tensi Pasca-Serangan

Sebagai respons pertama atas serangan itu, pemerintah India mengambil langkah tegas. Dalam sehari, India flex kekuatan diplomatiknya: menangguhkan Perjanjian Air Indus, menutup perlintasan perbatasan Attari–Wagah, membekukan penerbitan visa baru untuk warga Pakistan, membatalkan visa Pakistan yang sudah diterbitkan, serta memulangkan penasihat militer Pakistan dari kedutaan merekaen.wikipedia.orgen.wikipedia.org. Hubungan juga memanas di jalur publik: media Pakistan membahas surat pembelaan Trump dan blaming game internasional. Pakistan sendiri menolak tuduhan keterlibatan, malah menyebut India melancarkan provokasi. Mereka membalas langkah India dengan retaliasi diplomatik: membekukan Perjanjian Simla, menutup jalur perdagangan, menutup ruang udara bagi penerbangan India, bahkan menginstruksikan penutupan misi dan pemulangan diplomat Indiaen.wikipedia.org. Singkatnya, visa-visa dibatalkan, perjanjian-pejanjian digantung, dan pusat ibadah aja disorot kamera. Semua ini memperdalam ketegangan – mirip dramatis di serial geopolitik, tanpa cheat code untuk menghentikannya.

TanggalPeristiwa Utama
22 Apr 2025Serangan teroris di Lembah Baisaran (Kashmir) – 5 militan membantai 26 orang, terutama turis Hinduen.wikipedia.org. Insiden ini adalah pemicu konflik memanas.
7 Mei 2025Operasi Sindoor – India melancarkan 24 serangan udara ke 9 lokasi militan di Pakistan dan PoK (Kashmir Pakistan)en.wikipedia.org. India menyebut targetnya infrastruktur teroris LeT/JeMen.wikipedia.org. Pakistan mengklaim beberapa jet India ditembak jatuh dan warga sipil menjadi korbanen.wikipedia.orgreuters.com.
8 Mei 2025Reaksi Internasional – PBB, AS, China, dan negara lain menyerukan pengekangan militer dan dialogaljazeera.com. (Selengkapnya di bagian berikut.)

Operasi Sindoor: Balas Dendam oleh India

Memasuki minggu berikutnya, konflik melompat ke eskalasi militer. Pada 7 Mei 2025, India meluncurkan Operasi Sindoor, nama sandi serangan udara skala besar merespon terorisme lintas-batas. Dalam satu serangan 23 menit, pasukan India melibatkan jet tempur Rafale berpeluru kendali SCALP dan bom pintar AASM Hammer, menghantam 24 titik sasaran di 9 lokasi di Kashmir yang dikuasai Pakistan (PoK) dan provinsi Punjab Pakistanen.wikipedia.orgen.wikipedia.org. Pemerintah India menegaskan “serangan fokus, terukur, dan non-eskalasi” itu hanya menumpas infrastruktur teroris yang terkait Lashkar-e-Taiba dan Jaish-e-Mohammed, bukan fasilitas militer Pakistanen.wikipedia.org. Sindoor (cawat pengantin) dipilih sebagai kode operasi—nongkrong di kepala tentara perempuan Hindu yang berjihad, tapi kali ini pasukan India terbang berani.

Pakistan mengklaim cerita berbeda. Menhan Khawaja Asif sempat menyebut beberapa pesawat India jatuh dan prajurit tertangkap (klaim kemudian mundur)en.wikipedia.org. Mereka juga mengatakan serangan India mengenai sasaran sipil: anak-anak di masjid Bilal Muzaffarabad gugur, bahkan sekolah dan klinik ikut rusaken.wikipedia.org. Berita internasional menguatkan klaim ini: misalnya 31 warga sipil Pakistan tewas dan puluhan luka-luka akibat serangan udara dan tembakan artileri India, menurut pejabat militer merekareuters.com. Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengancam: “India akan membayar mahal kesalahannya”reuters.com. Begitulah, di mata Pakistan operasi Sindoor jadi pembalasan atas nyawa warga sipil mereka, sedangkan India melihatnya sebagai counter-teror yang diperlukan. Kedua sisi sama-sama serius – seruan senjata dilepas, musik perang bergema.

Respon dan Klaim Pakistan

Setelah serangan Sindoor, Pakistan membentuk narasi sendiri. Mereka mempertegas telah menembak jatuh lima pesawat India dan sebuah droneen.wikipedia.orgreuters.com, serta menuntut balas di waktu dan tempat pilihan sendirireuters.com. Klaim ini dibantah India, tapi publik Pakistan disuguhkan tokoh heroik: rakyatnya ditahan dalam siaga militer. Selain itu, Pakistan memperkuat perbatasan dan bahkan menguji rudal balistik sebagai sinyal “we are prepared”. Menhan Asif menampik tuduhan India soal kamp teroris, malah menuding serangan India menembaki zona sipilen.wikipedia.org. Intinya, Pakistan merasa “membela diri” dari apa yang mereka anggap agresi India. Perang kata dan ancaman pembalasan terus berlanjut – bisa dibilang ini jadi lagi-lagi flex kekuatan media dan militer kedua negara.

Reaksi Komunitas Internasional

Dunia mengikuti dengan was-was. PBB (Sekjen Antonio Guterres) menyatakan sangat khawatir dan mendesak kedua belah pihak menahan diri dari tindakan militer lebih lanjutaljazeera.com. “Dunia tak mampu memikul konfrontasi penuh antara India dan Pakistan,” kata juru bicara PBB, mengingat keduanya nuklir. Amerika Serikat bereaksi hati-hati: Presiden AS saat itu, Donald Trump, menyebut situasinya “memalukan” dan berharap bentrokan ini cepat berakhiraljazeera.com. Sekretaris Negara (Marco Rubio) mengontak pimpinan kedua negara lewat saluran diplomatik untuk menenangkan suasana. Cina juga berpesan agar tenang, menyesalkan operasi militer India, dan menawarkan diri jadi mediator jika dibutuhkan. Inggris secara tegas meminta India dan Pakistan menahan diri dan membuka dialogaljazeera.com. Negara-negara lain – Turki, Rusia, Iran, dan tetangga Asia Selatan – seragam menyerukan penangguhan konflik dan mencari penyelesaian damai. Intinya, semua sepakat: tidak ada yang mau perang besar pecah. Kita semua butuh cheat code diplomasi untuk de-eskalasi!

Konteks Sejarah: Kashmir dan Status 2019

Konflik 2025 ini bukan muncul tiba-tiba. Ini adalah episode lanjutan dari conflict berusia puluhan tahun atas Kashmir. Sejak 1947 (pecahnya India–Pakistan), wilayah Kashmir yang mayoritas Muslim diperebutkan. Perang besar pernah terjadi pada 1947–48, 1965, 1971, dan lagi di 1999 (Kargil)en.wikipedia.org. Hanya ada gencatan senjata yang menghasilkan Line of Control (LoC) – meski kedua negara masih klaim wilayah besar. Sampai hari ini India menguasai ~55% wilayah Kashmir (termasuk Kashmir Utara dan Ladakh), Pakistan ~30% (Azad Kashmir dan Gilgit-Baltistan), serta sisanya 15% dipegang China (Aksai Chin)en.wikipedia.org.

Hubungan politik juga kerap memburuk. Puncaknya di era terbaru, tahun 2019, pemerintahan PM Modi mencabut status khusus Kashmir (Pasal 370 Konstitusi India) dan memecah provinsi tersebut menjadi dua wilayah persatuanen.wikipedia.org. Langkah ini membuat hubungan India-Pakistan semakin tegang; Pakistan menyebutnya provokasi berat. Intinya, akar konflik ini kaya pepatah: luka lama susah sembuh. Latar sejarah inilah yang bikin setiap insiden kecil di wilayah Kashmir bisa melonjak jadi isu nasional—mirip game strategi yang kita mainkan sampai «game over», tanpa cheat code pacu perdamaian.

Diskusi dan Harapan

Nah, sobat, itulah kronologi singkat konflik India-Pakistan 2025 – mulai serangan teroris di Baisaran sampai operasi militer dan reaksi global. Persaingan dua “raksasa nuklir” ini selalu rumit. India dan Pakistan sama-sama punya arsenal nuklir puluhan hulu ledakfile-e5ykoathpusgrzf9k5kynr, jadi level konflik ini serius (tidak seperti perang di layar game). Semoga konflik ini bisa terhenti lewat dialog, bukan makin memanas.

Bagaimana menurut kamu? Yuk diskusi di kolom komentar. Apakah dunia ini punya cheat code untuk perdamaian? 🤔🌏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tragedi Berdarah di Bondi Beach: 16 Orang Tewas dalam Serangan Teror saat Perayaan Hanukkah

SYDNEY - Pantai Bondi yang terkenal di Sydney, Australia, berubah menjadi tempat kejadian tragis pada Sabtu sore (14/12/2025) ketika dua orang bersenjata membabi buta menembaki kerumunan yang sedang merayakan hari pertama Hanukkah. Serangan yang terjadi sekitar pukul 18.47 waktu setempat ini menewaskan 16 orang dan melukai 42 lainnya, menjadikannya salah satu serangan massal paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade terakhir. Detik-detik Mencekam di Archer Park Sekitar 1.000 orang telah berkumpul di Archer Park, area taman bermain di kompleks Bondi Beach, untuk menghadiri acara "Chanukah by the Sea" yang diselenggarakan oleh Chabad of Bondi. Suasana penuh suka cita tiba-tiba berubah menjadi horor ketika dua penembak mulai melepaskan tembakan ke arah kerumunan. Saksi mata menggambarkan kepanikan yang luar biasa. Danielle, seorang warga lokal yang enggan menyebutkan nama lengkapnya, berlari ke lokasi untuk mengambil putrinya yang sedang menghadiri pesta bar mit...

Tragedi Kebakaran Wang Fuk Court: 128 Tewas dalam Kebakaran Terparah Hong Kong Sejak 1948

Kebakaran yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po menjadi bencana hunian paling mematikan di Hong Kong dalam hampir 80 tahun terakhir. Investigasi mengungkap dugaan kelalaian fatal dan korupsi dalam proyek renovasi bernilai miliaran rupiah. HONG KONG - Asap hitam mengepul tinggi ke langit Hong Kong pada sore hari Rabu, 26 November 2025. Api berkobar dengan kecepatan mengerikan, menelan tujuh dari delapan menara hunian di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, New Territories. Dalam hitungan jam, apa yang dimulai sebagai kebakaran kecil di perancah bambu berubah menjadi malapetaka yang menewaskan setidaknya 128 orang dan melukai puluhan lainnya. Ini bukan sekadar tragedi. Ini adalah kisah tentang kelalaian sistemik, dugaan korupsi, dan harga yang dibayar oleh warga biasa—banyak di antaranya lansia dan pekerja migran—yang percaya bahwa rumah mereka aman. Kronologi Kematian: Dari Api Kecil Menjadi Inferno Pukul 14.51 waktu setempat, Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong me...

Gempa Dahsyat 7,5 M Guncang Jepang, Picu Tsunami dan 51 Korban Luka

TOKYO - Guncangan dahsyat kembali melanda Negeri Sakura. Gempa bumi berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang pantai timur laut Jepang pada Senin malam, 8 Desember 2025, memicu peringatan tsunami dan evakuasi massal sekitar 90.000 warga. Kejadian ini mengingatkan kembali trauma gempa dan tsunami dahsyat tahun 2011 yang meluluhlantakkan wilayah Tohoku. Pusat gempa berada sekitar 80 kilometer di lepas pantai Prefektur Aomori, wilayah paling utara Pulau Honshu, pada kedalaman 54 kilometer. Badan Meteorologi Jepang (JMA) awalnya melaporkan kekuatan gempa mencapai 7,6 magnitudo sebelum direvisi menjadi 7,5. Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mencatat magnitudo 7,3 dalam analisisnya. Gempa terjadi tepat pukul 23.15 waktu setempat atau 21.15 WIB. Guncangan keras terasa hingga Sapporo, ibu kota Hokkaido, di mana alarm ponsel berbunyi memekakkan telinga untuk memperingatkan warga. Seorang reporter NHK di Hokkaido menggambarkan guncangan horizontal berlangsun...